Depok, 28 Febuari 2021 – Kondisi pandemi Covid-19 mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan adaptasi dan inovasi menyesuaikan dengan keadaan new normal. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan harus mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pemerintah menghimbau sekolah yang berada dalam zona merah agar tidak melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

Sebagian besar Lembaga pendidikan melakukan penyesuaian yaitu salah satunya dengan mengadakan kegiatan pembelajaran berbasis digital dalam proses kegiatan pembelajaran sehari-hari. Selain itu, sekolah juga dituntut untuk melakukan modifikasi dan inovasi untuk menyusun kurikulum yang tidak membosankan dan menyenangkan bagi para siswa. Menjawab tantangan tersebut, sebagai institusi pendidikan harus dapat beradaptasi, berinovasi dan responsif dalam dinamika perkembangan Pendidikan karena dinilai penting dalam keadaan seperti saat ini.

Oleh karena itu, dalam memenuhi tantangan tersebut Lembaga Pendidikan Al-Hamidiyah (YIA) meluncurkan produk unggulan metode pembelajaran terbaru: “STEAMMI” sebagai bentuk inovasi pembelajaran dimasa era new normal ini. STEAMMI merupakan pengembangan lanjutan dari metode pembelajaran STEM yang sudah lebih dulu dikenal di dunia pendidikan. STEAMMI  menekankan pada pengintegrasian disiplin ilmu Science, Technology, Engineering, Art, Math, Montessori, dan Islamic yang diterjemahkan dalam bentuk konsep Projectbased learning dengan fokus penyelesaian suatu masalah melalui pendekatan inovasi, inkuiri, kolaborasi, dan berpikir secara kritis dengan dilandasi nilai-nilai Islami.

“Harapannya sebagai solusi dalam metode pembelajaran yang bisa menumbuhkan rasa keingintahuan siswa, kreativitas, karakter dan menikmati dalam pengalaman belajar”, ujar Dr. Farida Wulandari, M.Pd. sebagai Direktur Pendidikan Yayasan Islam Al-Hamidiyah dalam acara peluncuran STEAMMI. Acara yang digelar secara virtual tersebut juga dihadiri oleh Direktorat Pendidikan Yayasan Islam Al-Hamidiyah, Kabid SD Disdik Kota Depok Bapak Sada S.Pd, M.Pd. dan Pengawas SD Disdik Kota Depok – Ibu Ijah Sopiah, M.P.d. Dan diikuti oleh Orangtua SDIT Al-Hamidiyah dan peserta dari luar.

Menurut Farida, STEAMMI dapat meningkatkan kompetensi peserta didik untuk berpikir kritisdan menyelesaikan masalah (problem solver) menggunakan alat teknologi dan strategi belajar kolaboratif yang kreatif dengan dilandasi nilai nilai islami. Sangat erat kaitannya dengan bagaimana orang tua diajarkan untuk membuat aktivitas bersama peserta didik dalam bereksplorasi, menguji solusi, dan menemukan cara baru.
“Dalam kondisi saat ini pembelajaran secara online, tentunya dengan metode pembelajaran STEAMMI siswa belajar bisa lebih beradaptasi, menumbuhkan kreatifitas tanpa  batas dan menikmati  Esensinya seorang anak memaknai kegiatan bukan sekadar hafalan.  Seperti membahas tentang kupu-kupu, yang dilihat bukan hanya sekilas. Namun, bagaimana melihat dari bentuk, struktur, sampai  dengan hubungan  ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT”, terangnya.

Kepala Divisi Disdakmen YIH Hadi Sukoco mengungkapkan, bahwa metode pembelajaran ini akan diimplementasikan pertama kali pada SDIT Al-Hamidiyah dan akan dijadikan contoh sebagai role model di seluruh tingkat pendidikan yang lainnya. Pasalnya, tetap pada penggabungan kurikulum K-13, montessori dan nilai-nilai Islam. “Dengan STEAMMI ini otomatis nanti perilaku, pola berpikir, belajar akan berubah dan menikmati belajar. Outputnya adalah menjadikan anak yang mandiri, kritis, cerdas, memanfaatkan teknologi dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berkarakter nilai-nilai Islam”, harapannya.

Menurutnya, dengan metode pembelajaran tersebut seorang siswa akan menggunakan gadget dengan lebih bermanfaat, sebagai salah satu solusi dalam menjaga dan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik. Ia menambahkan, metode STEAMMI relevan sampai tingkat apapun. Bila orang tua banyak yang khawatir saat UN kelas 6 SD, paradigma tersebut bisa dikikis dengan persiapan yang maksimal. Pasalnya, selama ini pembelajaran juga sudah mengacu pada ketentuan kurikulum pendidikan. “Dengan metode ini ibaratnya sebuah alat yang meningkatkan kualitas berpikir, informasi yang dicerna mudah diresap. Penekannya juga pada analisis dan konklusif, Insya Allah lebih siap UN”, jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok H. Sada mengapresiasi Langkah SDIT Al-Hamidiyah. Terlebih lagi, dalam menggunakan metode pembelajaran STEAMMI yang dinilai baru merupakan metode pembelajaran satu-satunya di sekolah kota Depok. “Kita sangat mengapresiasi dan ini memperkaya khazanah strategi pembelajaran di dunia pendidikan khususnya Depok. Kita berharap agar kedepannya mampu mencetak generasi yang unggul, siap menghadapi tantangan dan teknologi,”ujarnya.