DepokNews- Para orang tua siswa Sekolah Khalifah belum lama ini mengikuti kegiatan parenting. Untuk kali ini, tema yang diangkat adalah tentang ayah. Tema tersebut dinilai menarik untuk disimak karena ayah adalah pendidik utama dalam kehidupan seorang anak.

Hal tersebut diungkapkan penanggung jawab acara kegiatan, Sulastri. Menurutnya sosok ayah adalah pendidik utama dalam kehidupan seorang anak yang ingin coba dihadirkan dalam kehidupan mereka.

“Kegiatan parenting selalu rutin kami lakukan. Dalam satu tahun ada empat kali kegiatan. Salah satu tujuan selain sharing tentang pola asuh anak juga menjalin silaturahmi antara guru, orangtua dan sekolah,” jelas Lastri, Rabu (9/10/2019).

Selain itu tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut untuk menjalin kerjasama antara orangtua dan sekolah dalam mendidik putra-putri SD Khalifah.

“Diharapkan sebagai orang tua dan guru memiliki bekal yang baik tentang pendidikan anak. Selain itu juga siswa Khalifah mendapatkan pendidikan terbaik di sekolah, happy dan nyaman karena adanya sinergi yang baik antara orang tua dan sekolah,” katanya.

Sementara itu Bendri Jaisyurrahman, pengisi acara seminar parenting menjelaskan terjadinya penyimpangan anak terutama dipengaruhi oleh ayahnya. 

“Anak memiliki hak terhadap ayah, kerena anak berhak mendapat ibu yang baik dan mendapat pelajaran dari kitab yang baik (Alquran). Seorang ayah juga dapat dikatakan ayah yang durhaka jika ia mengabaikan hak-hak anaknya,” jelasnya.

Dirinya menuturkan dalam Islam mewajibkan seorang ayah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. 

“Setiap laki-laki adalah pemimpin dan nanti pasti akan ditanya mengenai kepemimpinannya terutama tanggung jawabnya terhadap keluarganya,” tuturnya.

Bendri memaparkan beberapa kerusakan psikologis yang diderita anak-anak yang tidak mengenal ayahnya contohnya rendahnya harga diri anak, bertingkah kekanak-kanakan, terlalu bergantung, kesulitan menetapkan identitas seksual (kecenderungan feminim atau hipermaskulin), kesulitan dalam belajar. 

Kurang bisa mengambil keputusan, bagi anak perempuan, tanpa model peran ayah setelah dewasa akan sulit menentukan pasangan yang tepat.

“Allah SWT menitipkan amanah itu kepada kita karena setiap anak pastilah berharga. Setiap anak adalah istimewa. Kepayahan kita hari ini, kebahagiaan kita nanti tak lelah dalam mendidik, tak henti mendampingi bulir-bulir air mata dan peluh yang membasahi adalah wewangi surga yang menggiring kita ke dalam rumah-Nya,” tutupnya.(mia)