DepokNews- Acara puncak merupakan acara inti dari GES 13 yaitu seminar ekonomi kreatif yang bertema “Indonesia Kreatif”. Acara ini dihadiri bintang tamu spesial yaitu Natta Reza sebagai pengisi acara talkshow dan Anandito Dwiss sebagai guest star. Banyak pengisi acara yang keren di puncak GES 13 ini.

Acara Puncak GES 13 dilaksanakan hari Ahad 28 April 2019, bertempat di gedung SEBI hall, Parung Depok. Dihadiri oleh 101 Peserta yang terdiri dari ikhwan dan akhwat dari berbagai macam kalangan, baik internal (mahasiswa Sebi) maupun eksternal (masyarakat luar).

Acara dimulai pada pukul 09:30 WIB, dibuka oleh MC resmi yaitu Abidzar Garibaldi dan Syuhada. Dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran oleh M. Syifa Tamami. Sambutan pertama oleh Lazuardi Ilmu selaku ketua pelaksana GES 13. “GES adalah sebuah event yang tercipta dari sebuah harapan-harapan terdahulu” kata Lazuardi Ilmu dalam sambutannya. Kemudian sambutan kedua oleh Presiden BEM KBM STEI SEBI yaitu Ghozi Basir Amirullah “Acara ini adalah salah satu usaha untuk mensyiarkan ekonomi islam yang dimana perjuangan ini tidak lah mudah”. Serta Sambutan ketiga oleh Ustadz Luthfi Zulkarnaen, S.Ag., M.E.Sy., selaku perwakilan lembaga STEI SEBI, menurut beliau acara GES merupakan bukti kepedulian kita dalam menyiarkan ekonomi Islam serta sebagai bukti untuk melanjutkan dakwah Rasulullah SAW.

Keynote speech acara ini adalah Bapak Asep Sudarsono, S.Pd.Mm. selaku kepala dinas pendidikan. Inti dari keynote speech beliau adalah mengusulkan kepada mahasiswa untuk mulai menanamkan pendidikan ekonomi syari’ah di setiap sekolah Islam baik SD, SMP, SMA karena sosialisasi yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Beliau pun berpesan “Tugas kita adalah pelajari ilmu sebanyak mungkin tentang ekonomi syari’ah kemudian sosialisasikan kepada masyarakat kita dengan penjelasan sejelas-jelasnya”.

Dilanjutkan peresmian acara puncak GES 13 yaitu menggunting pita oleh Bapak Asep Sudarsono, S.Pd.Mm. selaku kepala dinas pendidikan yang didampingi oleh ketua GES 13 dan Presiden BEM KBM STEI SEBI.