DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR/MPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, gelar kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) atau dikenal juga dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ke-4 dapil Jabar VI Kota Depok dan Kota Bekasi, di Rumah Peduli Nurul Fikri, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Kota Depok, pada Selasa (17/09). Kegiatan diikuti oleh 150 peserta tokoh wanita muda dari 63 kelurahan dan 11 kecamatan, diantaranya 22 peserta hadir secara fisik dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan sisanya mengikuti kegiatan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan digelar untuk menguatkan pilar kebangsaan yang terdiri dari empat unsur yakni Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara. Nur Azizah menegaskan dalam terbentuknya keempat pilar tersebut di Indonesia tidak terlepas dari jasa-jasa para pahlawan termasuk di dalamnya para ulama yang turut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.

Nur Azizah menjelaskan bahwa di masa akhir Perang Asia Timur Raya Tahun 1945, pada tanggal 29 April 1945, dibentuk suatu badan yang diberi nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas untuk menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang diperlukan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Terdapat tokoh-tokoh ulama yang turut berpartisipasi di dalamnya.

“Dalam susunan pengurus BPUPKI, dibentuk panitia sembilan yang terdiri dari Ir. Soekarno sebagai ketua, lalu terdapat tokoh kebangsaan yang terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh Yamin, Mr. A.A. Maramis, Mr. A. Soebardjo. Yang tidak kalah penting juga terdapat tokoh ulama Islam yang ikut tergabung dan berjuang diantaranya adalah K.H Wachid Hasjim, H. Agus Salim, K.H. Kahar Moezakkir dan R. Abikoesno Tjokrosoejoso. Kesembilan tokoh ini berperan penting dalam BPUPKI”, jelas Nur Azizah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Depok, Ustadz Suparyono, yg juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi D. Ustadz Suparyono mengapresiasi Nur Azizah yang secara khusus menghadirkan masyarakat baik secara fisik dan virtual untuk memberikan wawasan kebangsaan guna memperkuat nasionalisme warga Depok khususnya. Ustadz Suparyono juga menjelaskan bahwa saat ini masih banyak fakta sejarah Indonesia yang tidak terungkap secara gamblang. Salah satunya tentang kiprah ulama dalam kemerdekaan Indonesia, mereka memiliki peranan sangat penting namun tidak banyak diungkap dalam fakta sejarah saat ini.

Ustadz Suparyono menambahkan bahwa ada satu ulama besar lainnya yang turut berjuang. Ia merupakan anggota utama dalam Sidang Pertama BPUPKI pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 yaitu A.R. Baswedan yang merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Rasyid Baswedan. “Terimakasih kepada Ibu Nur, saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini rutin digelar, tidak hanya di kota Depok namun juga di kota-kota lainnya. Kegiatan ini memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme kita serta mengajak kita untuk lebih mengenal sejarah secara lebih utuh dan tidak melupakannya.”, terang Ustadz Suparyono.

Pada kesempatan ini Nur Azizah mengajak peserta agar terus semangat melanjutkan perjuangan para ulama yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya dengan mengokohkan keimanan yang menjadi fondasi awal keutuhan bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan agama. Sehingga dapat merealisasikan pilar keempat yakni Bhinneka Tunggal Ika, tetap Bersatu ditengah keragaman.

“Bersatu ditengah keragaman adalah keharusan, dengan memperkuat keimanan, maka Bhinneka Tunggal Ika akan terwujud, bukan malah memecah belah bangsa ini. Selain itu, kita tidak boleh lupa sejarah perjuangan para pahlawan bangsa dan dari mana mereka berasal, tentunya sebagai umat islam, melihat peranan ulama yang begitu besar harus dapat memperkuat nasionalisme kita, menambah kecintaan umat Islam pada Indonesia. Karena fakta sejarah menjelaskan bahwa umat Islam melalui para ulama berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Tidak ada alasan untuk kita tidak menjadi umat yang nasionalis”, pungkas Nur Azizah

Kegiatan digelar untuk menguatkan pilar kebangsaan yang terdiri dari empat unsur yakni Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara. Nur Azizah menegaskan dalam terbentuknya keempat pilar tersebut di Indonesia tidak terlepas dari jasa-jasa para pahlawan termasuk di dalamnya para ulama yang turut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.

Nur Azizah menjelaskan bahwa di masa akhir Perang Asia Timur Raya Tahun 1945, pada tanggal 29 April 1945, dibentuk suatu badan yang diberi nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang bertugas untuk menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang diperlukan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Terdapat tokoh-tokoh ulama yang turut berpartisipasi di dalamnya.

“Dalam susunan pengurus BPUPKI, dibentuk panitia sembilan yang terdiri dari Ir. Soekarno sebagai ketua, lalu terdapat tokoh kebangsaan yang terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh Yamin, Mr. A.A. Maramis, Mr. A. Soebardjo. Yang tidak kalah penting juga terdapat tokoh ulama Islam yang ikut tergabung dan berjuang diantaranya adalah K.H Wachid Hasjim, H. Agus Salim, K.H. Kahar Moezakkir dan R. Abikoesno Tjokrosoejoso. Kesembilan tokoh ini berperan penting dalam BPUPKI”, jelas Nur Azizah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Depok, Ustadz Suparyono, yg juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi D. Ustadz Suparyono mengapresiasi Nur Azizah yang secara khusus menghadirkan masyarakat baik secara fisik dan virtual untuk memberikan wawasan kebangsaan guna memperkuat nasionalisme warga Depok khususnya. Ustadz Suparyono juga menjelaskan bahwa saat ini masih banyak fakta sejarah Indonesia yang tidak terungkap secara gamblang. Salah satunya tentang kiprah ulama dalam kemerdekaan Indonesia, mereka memiliki peranan sangat penting namun tidak banyak diungkap dalam fakta sejarah saat ini.

Ustadz Suparyono menambahkan bahwa ada satu ulama besar lainnya yang turut berjuang. Ia merupakan anggota utama dalam Sidang Pertama BPUPKI pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 yaitu A.R. Baswedan yang merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Rasyid Baswedan. “Terimakasih kepada Ibu Nur, saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini rutin digelar, tidak hanya di kota Depok namun juga di kota-kota lainnya. Kegiatan ini memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai wawasan kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme kita serta mengajak kita untuk lebih mengenal sejarah secara lebih utuh dan tidak melupakannya.”, terang Ustadz Suparyono.

Pada kesempatan ini Nur Azizah mengajak peserta agar terus semangat melanjutkan perjuangan para ulama yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya dengan mengokohkan keimanan yang menjadi fondasi awal keutuhan bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan agama. Sehingga dapat merealisasikan pilar keempat yakni Bhinneka Tunggal Ika, tetap Bersatu ditengah keragaman.

“Bersatu ditengah keragaman adalah keharusan, dengan memperkuat keimanan, maka Bhinneka Tunggal Ika akan terwujud, bukan malah memecah belah bangsa ini. Selain itu, kita tidak boleh lupa sejarah perjuangan para pahlawan bangsa dan dari mana mereka berasal, tentunya sebagai umat islam, melihat peranan ulama yang begitu besar harus dapat memperkuat nasionalisme kita, menambah kecintaan umat Islam pada Indonesia. Karena fakta sejarah menjelaskan bahwa umat Islam melalui para ulama berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Tidak ada alasan untuk kita tidak menjadi umat yang nasionalis”, pungkas Nur Azizah