Pandemi Covid-19 memang menjadi momok menakutkan bagi seluruh sektor kehidupan. Demi menjaga masyarakat dari virus mematikan tersebut, banyak sekali kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, salah satunya adalah kegiatan dilakukan dirumah. Melalui kebijakan ini, maka kita diharuskan serta dipaksa untuk beradaptasi melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Demi tetap bisa melaksanakan aktivitas dari rumah, maka kita diwajibkan untuk mencari alternatif lain, salah satunya adalah memanfaatkan teknologi berbasis komputer dan kecerdasan buatan (AI). Dengan inilah para pekerja tetap bisa menyelesaikan proyeknya, dan pelajar tetap bisa menimba ilmu.

Dari kebijakan yang dibuat pemerintah setempat, khususnya di bidang pendidikan berusaha mencari inovasi agar kegiatan belajar mengajar bisa tetap dilaksanakan walau dilakukan dirumah. Sempat beberapa bulan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi tidak menjalankan aktivitas belajar mengajar dikarenakan belum siap menghadapi dampak dari kebijakan pemerintah tersebut. Namun seiring berjalan waktu dan bertambahnya kemajuan IPTEK yang sangat pesat, kini proses belajar mengajar dengan adanya beberapa alternatif dalam memanfaatkan teknologi berupa literasi digital yang sesuai dengan generasi 4.0. Pemanfaatan literasi digital ini adalah bentuk penyesuaian perubahan peradaban atau yang dikenal dengan generasi pendidik 4.0 dan kini proses belajar mengajar sudah berjalan seperti biasa walau hanya dirumah saja.

Secara tidak langsung, pagebluk ini berjasa atas maraknya digitalisasi di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Harus kita akui, pandemi sangat mempengaruhi segala aktivitas di dunia pendidikan, baik dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan berorganisasi bagi pelajar, dan lainnya. Namun, dengan adanya teknologi, kita dapat tetap menjalankan aktivitas tersebut meskipun kita berada dirumah. Zoom Meeting, Google Classroom, dan berbagai macam website e-learning hadir sebagai fasilitator bagi pejuang pendidikan untuk tetap dapat menimba ilmu. Sehingga bukan penghalang dengan  kondisi saat ini untuk tetap menjalankan aktivitas belajar selayaknya seperti sebelum adanya wabah Covid-19 ini, dikarenakan sudah banyak platform digital yang akan membantu menunjang kebutuhan dalam belajar mengajar. Dengan berkembangnya teknologi pendidikan seperti saat ini, sudah tidak menjadi alasan untuk tidak menimba ilmu di masa pandemi. Banyak sekali literatur yang dapat kita temui di internet. Namun sayangnya, masih sedikit peminat yang mau membaca literatur yang ada di internet.

Menurut data UNESCO minat baca penduduk Indonesia sangat rendah, hanya 0,001%. Artinya dari 1 : 1000, hanya ada 1 orang yang rajin membaca dari 1000 orang. Indonesia masuk peringkat ke 60 dari 61 negara terkait minat baca yang diriset oleh Central Connecticut State University di bulan Maret 2016. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa minat literasi di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah dorongan agar angka minat baca di Indonesia dapat ditingkatkan.

Digitalisasi yang hampir memengaruhi seluruh sektor seperti saat ini seharusnya dapat menjadi sebuah gebrakan baru sebagai solusi mengenai permasalahan literasi di Indonesia. Literasi berbasis digital (Literasi 4.0) merupakan sebuah peluang yang amat besar untuk dapat ditingkatkan, terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini. Aplikasi Perpusnas, website pendidikan, hingga e-library yang disediakan oleh para universitas di situsnya masing-masing merupakan salah satu wadah penyedia literatur digital saat ini. Dengan adanya fasilitas terbuka seperti yang disebutkan, sudah seharusnya bisa dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, khususnya pegiat pendidikan untuk memperbanyak khazanah pengetahuan. Lebih baik kita memanfaatkan gadget yang kita miliki untuk membuka situs pendidikan daripada hanya sekedar bermain game.

Terlepas dari itu semua, kunci utama meningkatkan minat literasi di Indonesia adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi. 

Oleh: Nadia Nur Hafizah Mahasiswi STEI SEBI