Siswa SD tawuran (Ilustrasi)
DepokNews-  Ketua Komisi D DPRD Depok Pradana Mulyoyunanda, menyayangkan aksi tawuran yang dilakukan siswa Sekolah Dasar (SD) di dalam Komplek Perumahan Pondok Sukma Permai, Sukmajaya, beberapa waktu lalu.
Pradana menilai aksi yang dilakukan bocah tersebut tidak dapat didiamkan. Usia siswa SD adalah usia dimana mereka belum mengerti betul apa yang dilakukan, dan harus dalam pengawasan keluarga dan sekolah.
“Saya belum tahu kelas berapa saja, tapi jenjang SD menurut saya sangat tidak bisa dibiarkan. Khawatir didiamkan maka akan terus berlanjut ketika mereka besar nanti. Dan ini perlu ada tindakan tegas serta pengawasan khusus terhadap siswa,” jelas Pradana, Selasa (7/8/2018).
Tidak hanya siswa yang terlibat tawuran saja, tapi semua siswa jenjang SD harus diberikan informasi apa itu tawuran, dan dampak apa jika melakukan hal tersebut.
“Pemkot Depok harus memiliki wadah khusus untuk menanggulangi ini. Jika tidak bisa dilakukan pihak sekolah, kerjasama dengan pihak lain,” tegasnya.
Sebelumnya, Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Sukmajaya berhasil mengamankan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), yang terlibat aksi tawuran pada Sabtu (4/8/2018) lalu. Tawuran terjadi di dalam komplek perumahan Pondok Sukma Permai Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya.
Sunarto salah satu warga di Perumahan Pondok Sukma Permai mengatakan, mereka yang terlibat tawuran terdiri atas dua kelompok siswa SD dari dua sekolah berbeda yang letak sekolahnya berdekatan di sekitar Perumahan Pondok Sukma Permai.

“Kami lihat para siswa yang mengenakan seragam pramuka itu saling lempar batu sehingga mengganggu ketenangan warga di dalam perumahan,” jelasnya.

Melihat aksi tersebut, warga lalu membubarkan aksi para pelajar SD tersebut. Kedua kelompok siswa itu pun berlarian.

Awalnya, disangka siswa SD itu sedang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran olahraga, karena berlarian di depan rumahnya.

“Tapi kok teriak-teriak, dan waktu saya lihat, baju mereka bukan baju olahraga tapi baju pramuka. Nggak tahunya mereka tawuran saling lempar batu,” katanya.

Aksi saling lempar batu oleh bocah-bocah SD itu meresahkan sehingga dibubarkan warga dan menangkap beberapa siswa di antaranya.

Namun ada sekitar lima siswa dari dari dua sekolah dasar negeri di Sukmjaya diamankan warga dan di bawa ke kantor Kelurahan Sukmajaya.

Setelah diamankan, para siswa SD ditangani petugas Bhabinkamtibmas Polsek Sukmajaya. Petugas polisi yang sedang patroli pun menangani masalah pelajar SD yang tawuran itu.

“Sama polisi para siswa itu diserahkan ke sekolah atau keluarga masing-masing. Beberapa siswa yang diamankan sempat menangis di hadapan warga. Warga lalu memperingati lima siswa yang ditangkap, saat ditangkap mereka ada yang sampai nangis. Akhirnya, mereka dikembalikan ke sekolah masing-masing setelah diberi pembinaan untuk tidak melakukan tawuran,” tandasnya.(mia)