DepokNews–Seorang siswa kelas 7 Alan Nugraha Sopian Lubis salah satu Mts di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit di Cibinong, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/12).

Sebelumnya Alan mendapatkan rawat inap selama dua hari karena dibacok oleh kelompok pelajar lainnya dengan menggunakan senjata tajam.

Alan tewas karena diduga dikeroyok oleh sekelompok pelajar SMP lainnya di sekitar Jembatan Serong Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung pada Jumat (8/12) sore lalu.

Berdasakan informasi yang di himpun lokasi kejadian menyebutkan saat itu korban bersama rekan-rekannya melintas di sekitar Jalan Raya Pitara dekat showroom motor.

Saat melintas ada sekelompok pelajar siswa SMP lainnya dan terjadi saling ejek sehingga terjadi aksi tawuran antara kelompok tersebut.

Dikarenakan kelompok korban jumlahnya sedikit maka korban lari namun naas korban terjatuh dan langsung menjadi amukan kelompok lainnya.

Salah satu warga Guntur menambahkan kejadian terjadi pada Hari Jumat (8/12) sore dimana saat itu dia usai bermain bola dam melihat ada siswa SMP saling kejar membawa senjata tajam.

“Itu yang tawurannya hari Jumat, iya itu pas depan saya, kejadiannya saya balik main bola tuh bocah lagi pada dikejar-kejar pake clurit ampun dah yg bawa clurit banyak banget”katanya.

Sementara itu salah satu orang tua siswa yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan menurut anaknya yang satu sekolah dengan korban kejadian terjadi pada Jumat (8/12) dimana sekolah korban janjian bertemu dengan SMP lainnya di sekitar jembatan serong untuk tawuran melalui media sosial.

“Kalau kami tahu dari anak saya korban bersama teman-temannya janjian dengan siswa SMP infonya mau bertemu”katanya.

Namun naas korban hanya berjumlah lima orang tiba-tiba diserang dengan kelompok siswa lainnya yang jumlahnya lebih banyak yang dipersenjatai dengan senjata tajam.

Korban dan teman-temannya lari, korban berusaha lari masuk salah satu counter atau warung namun tidak boleh oleh penjaganya sehingga korban digebukin hingga babak belur.

“Kami engak tahu siswa dari sekolah mana yang memukuli korban hingga tewas yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit”katanya.

Usai dimandikan dan dimakamkan korban Alan sudah dimakamkan di sekitar Cipayung.

Usai adanya peristiwa ini muncul gambar pelaku yang diduga membunuh korban Alan di What App di kalangan siswa dan alumni, orang tua para siswa.

Postingan itu berbunyi hai kawan yang sudah mengepos foto pelaku segera hapus karena ditakutkan korban akan melarikan diri.

Postingan lainnya adanya akan rencana aksi balas dendam dari sekolah korban dimana postingan itu berbunyi nyawa dibayar nyawa.

“Enak saja minta maaf ngak bisa nyawa harus dibayar nyawa”kata isi postingan yang didapat salah satu orang tua siswa.

Siapapun siswa SMP X baik yang sangar dan culun tidak pandang bulu segera dilawan.

Sementara itu Kapolsek Pancoran Mas Kompol Rony A Wowor saat dikonfirmasi wartawan masih menyelidiki kasus kejadian tersebut