Silaturahim Para Komisioner Baru KPUD Depok ke PKS Depok

Posted on 849 views

DepokNews–Kamis, 9 November 2018, Kantor DPD PKS Depok kedatangan 4 komisioner KPUD yang dipimpin ketuanya Nana Shobarna. Mereka diterima langsung oleh ketua DPD PKS Depok Hafid Nasir beserta jajaran pengurus DPD PKS Depok.

Sebagai perwakilan tuan rumah, ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir mengucapkan terima kasih dan menyambut baik atas kehadiran para komisioner KPUD yang belum lama dilantik.

“Kmai ucapan selamat dan harapan agar para komisioner yang baru dapat menjalan tugas sesuai amanah dan tupoksinya dan dapat bersinergi dengan semua pihak yang terkait,” kata Hafid Nasir.

Kunjungan para komisioner KPUD merupakan momen yang baik sebagai salah satu sarana silaturahim, penjelasan dan penyampaian hal-hal yang berkenaan dengan Pileg dan Pilpres.

Selaku ketua parpol, Hafid Nasir berharap pileg dan pilpres 2019 dapat menjadi momentum kontestasi yang elegan, legal dan sehat.

“Pemahaman dan penyamaan persespi antara penyelenggara dan peserta pemilu merupakan upaya yang harus terus dibangun dan dikomunikasikan sehingga akan terbangun sinergitas,” tambah Hafid Nasir.

Sementara itu, ketua KPUD terpilih Periode 2018-2023 Nana Shobarna menyatakan bahwa para komisioner KPUD baru telah dilantik pada tanggal 7 Oktober 2018. Selain menjalankan tupoksi kerja-kerja komisioner di setiap tahapan pemilu.

“Kami sebagai komisioner berupaya membangun sinergitas dan silaturahmi dengan berbagai pihak seperti Walikota, Kejari, Dinas-Dinas dan para pihak terkait termasuk Parpol peserta pemilu,” kata Nana Shobarna.

Menurut Nana Shobarna, silaturahim ke berbagai pihak selain memperkenalkan para komisioner yang baru juga membangun hubungan yang baik dan sinergitas serta menjaga kondisivitas pemilu.

Selama hampir dua jam pertemuan diisi dengan penjelasan sekaligus dialog seputar 9 metode kampanye sesuai peraturan kpu no 23 tahun 2018. Pesan terakhir Nana Shobarna selaku ketua KPUD Depok, Manfaatkan masa kampanye semaksimal (sevulgar) mungkin sesuai aturan yang ada.

Diskusi berlangsung sekitar dua jam dalam suasana yang akrab dan hangat sesekali diselingi humor. Setidaknya inilah satu sarana kominikasi dan penyamaan persepsi antara penyelenggara dan peserta pemilu.