DepokNews–Sidang paripurna DPRD Kota Depok dipimpin langsung Ketua DPRD Depok, H.T.M. Yusufsyah Putra dan dihadiri Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Kamis (30/09/21) siang.

Sidang dimulai pukul 13.30 WIB dan dihadiri 32 anggota dewan lain secara virtual.

Saat sidang, Badan Anggaran DPRD Depok yang diwakili Yuni Indriani dari Fraksi PDIP menyampaikan hasil pembahasan perubahan sebagai berikut.

Di Pos Pendapatan terdapat kenaikan sebesar Rp 340 miliar menjadi Rp 3,322 triliun (sebelumnya Rp 2,981 triliun).

Kenaikan di pos pendapatan ini didukung dari pendapatan asli daerah yang digenjot naik sebanyak Rp 12 miliar, pendapatan transfer yang naik Rp 308 miliar dan pendapatan daeran lain yang sah yang juga digenjot naik Rp 19 miliar.

Sementara di Pos belanja terpangkas sebesar Rp 340 miliar menjadi Rp 3,322 triliun (dari sebelumnya Rp 3,568 triliun.

Pemangkasan belanja itu terdapat di pos pembiayaan daerah sebanyak Rp 129,8 miliar menjadi hanya Rp 457 miliar (dari sebelumnya Rp 586,9 miliar)

Sementara kenaikan pengeluaran terdapat di belanja operasi sebanyak Rp 156,3 miliar dan belanja modal naik Rp 75,6 miliar.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono berharap pada tahun 2022 perekonomian Indonesia pada umumnya dan Kota Depok pada khususnya, menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Imam menambahkan APBD Kota Depok akan membiayai prioritas pembangunan Kota pada tahun 2022, seperti pembangunan infrastruktur dan optimalisasi transportasi publik, membiayai kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, peningkatan kualitas permukiman, perekonomian masyarakat akan ditingkatkan, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, pengelolaan sampah yang berbasis kemasyarakatan, daya saing dan ketimpangan ekonomi, peningkatan nilai-nilai keluarga dan selanjutnya peningkatan tata kelola pemerintahan.

Ditanya tanggapannya mengenai peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 12 miliar, Imam mengatakan bahwa itu semua sesuai dengan perhitungan.

Sementara itu Supian Supri selaku Sekretaris daerah kota Depok menjelaskan lebih lanjut mengenai peningkatan tersebut.

“Memang kita mengejar pendapatan di sisa waktu ini, perhitungan yang telah dituangkan menjadi hasil bahasan dari (PAD)” ungkapnya.

Supian juga optimistis peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) akan naik pada tahun 2022 hingga bisa mencapai Rp 100 miliar – Rp 140 miliar.

“ini juga melihat dari capaian vaksinasi, jika di bulan Desember target sudah mencapai 100 persen, ekonomi dapat bertumbuh dengan baik, dan dengan begitu target-target pemasukan dapat tercapai. Kita juga akan melihat potensi lain yang mungkin bisa untuk kejar,” pungkas Supian.