Depok–Sebanyak 1.466 personel Korps Brimob diturunkan dalam operasi Aman Nusa II dalam penanganan kontinjensi bencana di daerah tahun 2020.

Dalam operasi ini bekerjasama dengan BNPB, BNPP, TNI dan pemerintah beserta potensi lainnya dalam siaga darurat bencana maupun pasca bencana di seluruh wilayah NKRI.

“Keberadaan kita disini adalah langkah penguatan dan pendampingan psikologi, pencarian, penyelamatan, perlindungan, pengamanan dan evakuasi korban, harta benda disaster victim identification (dvi) dan penegakan hukum dengan membentuk Satgas,”ujar Komandan Korps Brimob Kelapa Dua, Irjen Pol. Drs. Anang Revandoko usai melaksanakan apel Bertempat di lapangan Mako Korbrimob Kelapa Dua, Depok. Senen (16/12/2019).

Untuk tim Satgas yang diturunkan lanjut Irjen Anang, terdiri dari Satgas SAR yaitu dari Korbrimob, Ditpol Air, Ditpol Udara, dan Ditpol Satwa. Lalu Satgas Pengungsian Dan Perlindungan, terdiri dari Ditsamapta, Ditpamobvit, Ditbinmas dan Korlantas, Satgas Kedokteran Dan Kesehatan, terdiri dari Pusdokes dan DVI.

“Dalam bagian penyelidikan kita juga membentuk Satgas Lidik Sidik, terdiri dari Bareskrim Dan Baintelkam, Satgas Ban Ops, terdiri dari Korlantas, Div Humas, TIK, Propam, Logistik, Div Hubinter, Psikologi, Labfor Dan Inafis,”tambahnya.

Apel Apel kesiapsiagaan yang diselenggarakan di jajaran Mabes Polri ini, lanjut Irjen Anang adalah bertujuan melaksanakan bantuan personel dan peralatan kepada BNPB / BPBD dan BNPP /Basarnas/Basarda dilokasi terjadinya bencana.

“Bersama BNPB dan BPBD membentuk satuan tugas yang terdiri dari beberapa cluster yang telah diatur dalam peraturan kepala BNPB dan BPBD maupun BNPP atau Basarnas atau Basarda Untuk penyelamatan terhadap korban bencana,”imbuhannya.

Sementara itu pihaknya terus melakukan persiapan dalam mengantisipasi lbencana dan pascabencana.

“Kita satukan tekad dan komitmen dalam rangka penanganan bencana di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan melaksanakan tugas dengan penuh ketaqwaan dan keikhlasan kepada tuhan yang maha esa,”tuturnya.