DepokNews–Lanjut pra-raker GENPRO atau Global Entrepreneur Profesional di sesi setelah makan siang, keseruan pemaparan program masing-masing divisi makin terarah dan terukur karena disertai kelengkapan RAB (rencana anggaran belanja) walaupun menurut Bendum GDC, Pak Galih Pandekar, beberapa divisi masih malu-malu berapa besaran belanja program yang diinginkan untuk realisasi target. Langkah besar Genpro Depok ke depan untuk Koordinasi, Kolaborasi dan Kontribusi besar perjuangan dan berprestasi harapannya.

Sesi siang presentasi ke-5 pra-raker lanjut dari tim Yayasan disampaikan oleh 2 srikandi pengusaha Genpro, Bu Nining sang assessor juga sertifier dan Bu Nia socialpreneur NGO yang gercep, tentang pentingnya peran Genpro dalam wadah sosial kemasyarakatan, kemanusiaan dan pendidikan pelatihan yang ditekankan serius di sesi ini. Bagaimana Genpro bisa mencetak para pengusaha yang berkualitas dari sisi kapasitas dan kompetensi. Maka akan dibangun Akademi Pengusaha Indonesia yang bersertifikat, mencetak para mentor, coach dan master dibidangnya.

Dilanjutkan kembali, presentasi dari tim divisi MarCom dan ComDev untuk berkolaborasi bersama menguatkan jaringan pengusaha, yaitu membentuk, mencari dan menciptakan pasar global dan produk terdigitalisasi. Bang Irsan dan Coach Fuad, selaku divisi Marketing memaparkan strategi optimasi katalog produk dg internet marketing agar pasar meluas dan besar. Akan dibentuk armada sales funneling untuk membantu para member menjual produknya lebih baik dan naik omzetnya. Dan dari divisi Komunitas, Pak Wondo yang aktif di usaha pabrikasi dan NGO ini menyampaikan pemberdayaan tenaga kerja, manufaktur produksi dan kolaborasi pasar modern dengan menjaga standar kualitas sumber daya dan produk tentunya.

Diwakili dari divisi Kesehatan, Bu dokter Yuti, pentingnya protokol kesehatan di lingkungan usaha member Genpro, menjaga keamanan produk dan layanan mengingat pandemik virus covid19 belum baik-baik saja. Lanjut ke divisi Human Capital, Bang Idris Sukses dan Ghozali Jawara memaparkan target-target program mentoring bisnis untuk para member baik dari level UKM dan UMB supaya lebih tersistem dan rutin. Bagi para member yang serius ingin naik kelas dan belajar bersama para mentor dan coach sukses akan diberikan insentif permodalan usahanya dengan syarat seleksi proposal bisnis, perizinan usaha dan produk market yang menjanjikan investor atau bank dengan bagi hasil menguntungkan. Tentu dengan proses pendampingan berkelanjutan supaya makin profesional bisnisnya.

Akhirnya, tak terasa makin sore, waktu menjelang magrib, padahal sesi close jam 5 sore. Gairah para pengurus merampungkan presentasi makin terbakar semangatnya, dilanjutkan dari BPH Inti, Sekum dan Bendum Genpro Depok. Pak Galih, selaku Bendum juga owner Lavender Bimbel yang telah mendunia dan Arem-Arem Mie kuliner khas 1st factory, menekankan anggaran belanja suksesnya program, perapihan laporan keuangan pengusaha dan launching new membership card member GDC. Sedangkan Pak Pangadi selaku Sekum juga owner Hardimas Property, menekankan sisi legalitas dan perizinan usaha dimana Genpro Depok akan membantu kemudahan dan kelengkapan tersebut supaya bisnisnya diakui, mengglobal dan naik kelas. Disamping rencana gedung Graha Genpro Depok akan didesain interior eksteriornya lebih homy, cozy, dan nyaman.

Penutup dan Doa langsung dibacakan Preschap GDC, Setiyo Sudiyono, bahwa semua ikhtiar dan program yang telah disampaikan, atas izin Allah dan kebersamaan pengusaha dan partner, inshaAllah akan mendatangkan hasil-hasil maksimal penuh keberkahan dengan tetap menjaga rambu-rambu yang baik dan benar sebagai Pengusaha. “Selamat Bertugas, Berjuang dan Berprestasi dg mendesain & mengeksekusi Program-Program Membumi & Melangit. Semoga Allah mudahkan, sehatkan, afiatkan dan makin bertambah rezeki, keberkahan kita semua. Bismillah. ….”, salam penutup dari Mas Setiyo.