DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A kunjungi Yayasan Keluarga Tuna Netra Muslim Indonesia (YAKTAMI) di Jl. Ketapang 1 Depok Timur pada Senin (19/10). Kegiatan ini dilakukan guna serap aspirasi sekaligus untuk menjenguk Syafi’i, pengelola yayasan yang juga merupakan terapis pijat tuna netra di YAKTAMI yang menderita stroke. Pada kesempatan ini Nur Azizah melalukan diskusi bersama Syafi’i, masyarakat, serta Oha selaku ketua RT setempat.

Syafi’I menyampaikan meskipun dirinya kini sakit stroke, dirinya tetap aktif membimbing para tuna netra terlantar di kawasan Depok agar dapat berdaya. Salah satunya dengan memberikan skill memijat. Di Yayasan ini juga ia bersama istrinya yang juga tuna netra, membuka praktik pijat yang terpisah untuk pasien laki-laki dan perempuan.

“Kalau pijat Alhamdulillah saya langsung yang pegang untuk yang laki-laki. Untuk yang perempuan sama istri saya”, jelas Syafi’i. Ia juga menambahkan dimasa Pandemi Covid-19 ini pasien yang datang ke klinik pijatnya jauh berkurang. “Mungkin banyak yang takut kena Covid, karena kita prakteknya langsung bersentuhan dengan pasien. Semoga pandemi ini segera usai, jadi orang-orang bisa tenang pijat lagi di sini”, tambah Syafi’i.

YAKTAMI sebagai yayasan yang melakukan pemberdayaan tuna netra terlantar juga telah mendapatkan bantuan Al-Qur’an Braile. Selain itu banyak juga donatur yang datang dan memberikan bantuan. Namun, menurut Syafi’i kendala lain yang ia hadapi adalah keterbatasan tempat yang minim sehingga tidak dapat menampung banyak orang dan banyak barang bantuan. “Harapan kami, kedepannya melalui ibu dewan bisa memberikan bantuan berupa tempat yang layak bagi yayasan ini. Agar bisa menampung lebih banyak orang dan bisa lebih leluasa membuka praktik pijat” jelas Syafi’i.

Selain itu, Oha selaku ketua RT juga berharap kedepannya ada perhatian dari pemerintah untuk mendukung YAKTAMI. “Semoga kedepannya bisa punya tempat yang lebih luas lagi, agar lebih banyak lagi tuna netra terlantar yang bisa diberdayakan”, jelas Oha. Selain itu Oha juga menambahkan, terdapat permasalahan lain yang banyak dihadapi warganya di masa pandemi ini. “Masalah lain adalah banyaknya pengangguran, belum ada pelatihan untuk remaja, jadi banyak orang lulusan SMA belum dapat kerjaan. Pengennya ada pelatihan agar anak-anak banyak kegiatan. Seperti pelatihan kewirausahaan yang gratis”, terang Oha.

Menaggapi hal tersebut Nur Azizah sangat mengapresiasi dan mendukung YAKTAMI sebagai yayasan yang secara konsisten melakukan pemberdayaan bagi masyarakat tuna netra terlantar. Nur Azizah juga menambahkan ia akan mengadvokasi Kementerian Sosial agar memberikan bantuan baik secara langsung maupun dalam bentuk pemberdayaan untuk YAKTAMI serta warga masyarakat di sekitar yayasan. “Insya Allah akan saya bantu advokasi untuk yayasan serta pemberdayaan masyarakat sekitar, setidaknya YAKTAMI bisa ada fasilitasi tempat yang lebih memadai, meskipun harus mengontrak, akan coba kami advokasi”, terang Nur Azizah.

Pada kesempatan ini, Nur Azizah menyerahkan juga obat Herbal Habbatussauda atau jintan hitam sebagai suplemen untuk Syafi’i agar segera pulih kembali dari penyakit stroke yang dideritanya. Kepada Syafi’i dan istrinya Nur Azizah menyerahkan bingkisan berupa parcel buah untuk dinikmati Syafi’i dan keluarga.