DepokNews–Seorang pemuda JK (25) pada Senin (30/7) malam ditemukan tewas gantung diri dirumah kontrakanya di Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok.

Pemuda tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena diduga mengalami depresi karena dikeluarkan dari Perguruan Tingginya dimana JK berkuliah.

Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar kepada wartawan mengatakan
JK (25)  yang juga sekuriti rumah sakit ini, ditemukan tidak bernyawa oleh warga sekitar pukul 20.00 WIB.

Joko diduga bunuh diri dengan kain sarung dililitkan di atas plafon kamarnya.

“Anggota kita  sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)”katanya.

Dia mengatakan dari hasil keterangan saksi-saksi termasuk keluarga korban, JK diduga bunuh diri lantaran Drop Out atau DO dari tempat kuliahnya.

Dimana JK mengenyam pendidikan kuliah di salah satu perguruan tinggi sudah semester tujuh lalu diminta ajak nikah sama teman wanita namun tidak jadi lantaran tidak punya biaya.

“Sebelum ditemukan meninggal saksi-saksi menyebutkan korban sempat berangkat kerja sebagai sekurit pagi harinya lalu pulang sekitar 15.00 WIB”katanya.

Setelah itu korban berada di kontrakan dan sudah ditemukan tewas pukul 20:00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan visum luar oleh petugas Inafis Polresta Depok, lanjut Kompol Muhamad Iskandar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Setelah dicek korban murni meninggal dunia akibat bunuh diri,”ungkapnya.

Pihak keluarga menginginkan membawa jenasah Joko pulang ke kampung halaman di Widodaren, Ngawi, Jawa Timur.

Setelah dari pihak keluarga korban diwakilkan Siti Priatun,37, membuat surat pernyataan menolak divisum dan menerima kejadian ini dengan iklas disaksikan ditandangani juga oleh Ketua RT dan RW setempat.

Pada malam itu juga korban langsung dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan.