DepokNews– Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memiliki rangkaian kegiatan Program Jelita. Program Jelita merupakan Program Upaya Sadar HIV/AIDS pada anak jalanan di Sekolah Masjid Terminal Depok. Rangkaian akhir program ini adalah Seminar Kesehatan Peduli HIV/AIDS dan Komunikasi Efektif Bagi Remaja pada hari Selasa, 28 Agustus 2018. Seminar tersebut bertempat di Sekolah Menengah pertama (SMP) Masjid Terminal Depok yag diselenggarakan oleh siswi kelas VII dengan peserta seminar kelas VIII, IX dan SMA Master.

Kegiatan Seminar kesehatan oleh siswi kelas VII merupakan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Prof. Elly Nurachmah MappSc., DNSc, dengan anggota tim Sri Yona, SKp., MN., PhD (Kepala Departemen Medikal Bedah), Ns. Dikha Ayu Kurnia., MKep., Sp.KepMB, Ns. Anggri Noorana Zahra, Skep., M.Sc (Dosen Keperawatan Medikal Bedah FIK UI), Nurul Miftahul Jannah dan Tasya Fitriani (mahasiswa FIK UI). Kegiatan Seminar kesehatan yang dilaksanakan di Aula SMP Masjid Terminal  mendapat sambutan yang baik dari Kepala Sekolah SMP Master Kak Muhammad Natsir.

Seminar kesehatan yang dibawakan oleh siswi kelas VII merupakan wujud keberhasilan Pengabdian Masyarakat Jelita karena mampu memberikan keberanian siswi kelas VII untuk berbicara di depan umum dan menyampaikan materi terkait HIV/AIDS dan Komunikasi efektif bagi remaja. Keberanian dalam berbicara di depan umum mendapatkan apresiasi dari kepala sekolah karena mampu melatih kepercayaan diri siswi kelas VII sehingga diharapkan menjadi modal kepercayaan diri yang lain dalam bergaul baik di sekolah maupun di luar sekolah, seperti berani berkata tidak pada perilaku berisiko dan Narkoba. Seminar kesehatan ini terdiri dari role play (bermain peran) terkait HIV/AIDS dan Berani berkata tidak untuk perilaku berisiko dan narkoba pada remaja putri. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias baik dari siswi maupun guru sekolah Master.

Antusiasme dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi remaja putri dengan orangtua, teman sebaya, dan lawan jenis. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS pada remaja khususnya anak perempuan. Sehingga dengan adanya komunikasi yang adekuat antara orang tua dan remaja mengenai kesehatan reproduksi dapat mencegah hubungan seksual usia dini dan mencegah penularan HIV/AIDS pada remaja. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2014, jumlah penderita AIDS tertinggi di Indonesia berusia 20-29 tahun. Hal ini berarti mereka terinfeksi HIV saat berusia remaja.

Untuk Informasi lebih lanjut:

Sri Yona, SKp., MN., PhD .

Departemen Keperawatan Medikal Bedah

Fakultas Ilmu Keperawatan UI

Kampus UI-Depok

Ph. 02178849120

email:sriyona@ui.ac.id, sriyona@yahoo.com