DepokNews–Depok, 23/12/18, Margonda Institute (MI) sebagai wadah perkumpulan anak muda Depok mengadakan forum diskusi perdananya di akhir tahun 2018 dengan mengambil tema “Outlook Kota Depok 2019.” Sebagai Lembaga tempat berkumpulnya para cendekiawan ini menginginkan perbaikan terhadap Kota Depok di tahun 2019 mendatang.

Forum diskusi yang diadakan di salah satu cafe Warunk Upnormal daerah Margonda menghadirkan beberapa pembicara dan narasumber dari tokoh penting di kota Depok. Diantaranya Pradi Supriyatna, Wakil Walikota Depok bertindak sebagai keynote speaker. Acara dikemas dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan narasumber lainnya seperti Wakil Ketua DPRD Kota Depok Muhammad Supariyono. Tidak lupa juga mengundang perwakilan dari elemen komunitas masyarakat yaitu Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Depok, Imaduddin Indrissodri dan FKH (Forum Komunitas Hijau) diwakili Heri Syaefudin.

Ibrahim Kholilullah, selaku PO (Project Officer) dari acara ini menyatakan tujuan diadakan kegiatan adalah memperkenalkan Margonda Institute ke public, mencerdaskan masyarakat dengan menawarkan beberapa solusi permasalahan bersama, membuat ruang komunikasi berbagai elemen di Kota Depok dan memberikan rekomendasi solusi bagi pemerintah. “Target kuantitatif peserta yang hadir kalau bisa 300 orang, secara kualitatif kita bisa menghadirkan berbagai tokoh penting, tokoh-tokoh penggerak di Depok, mulai dari pelajar, sipil, pengusaha, orda, ormas, penggerak Yayasan, komunitas dan lain-lain agar terjadi sinergisitas bersama,” ujar Baim biasa sapaanya.

Sebelum diadakan acara diskusi bareng, MI terlebih dahulu mengadakan survey tentang harapan Kota Depok di tahun 2019. Sejumlah kuesioner pun disebar guna menjaring aspirasi dan harapan masyarakat. Hasil yang didapatkan adalah sebagian besar responden masih belum terpenuhi harapannya.

Muhammad Sukma Akbar selaku Direktur Eksekutif MI menjelaskan, tujuan survai untuk mengetahui keinginan warga terhadap pembangunan Depok kedepan.

“Kami mengadakan survey dengan tujuannya agar mengetahui apa saja yang menjadi harapan warga depok terhadap kotanya.” ucap Caku sapaan akrabnya

Ia menambahkan bahwa survey ini dapat menjadi salah satu dasar untuk memahami keinginan warga Depok.

“Kita sudah sebarkan kuesioner ke lebih dari 500 responden. Dari hasil yang sudah dikumpulkan dan dianalisa, Industri pariwisata dirasakan belum tergarap secara optimal, dari sisi industri rumahan, geliat UKM masih belum terekspos, dan dari sisi partisipasi masyarakat, pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau dirasakan masih kurang,” jelas Caku.

Dikatakan Caku, semua berawal dari diskusi mengenai keresahan dan kepedulian para cendekiawan muda melalui lembaga MI.

“Kita lakukan diskusi internal, hingga akhirnya memulai langkah kongkrit untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan Kota Depok melalui acara “Outlook Kota Depok 2019,” tutupnya.