Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Depok, Elly Farida. (Foto : Nurul/Diskominfo)

Semangat Memperingati Hari Pahlawan dengan Mengagumi Sosok RA Kartini

Posted on 121 views

DepokNews — Hari Pahlawan yang diperingati tiap tanggal 10 November, menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengingat kembali jasa para pahlawan. Termasuk jasa pahlawan nasional RA Kartini yang atas perjuangannya membuat perempuan Indonesia bisa berdiri sejajar dengan kaum pria.

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Depok, Elly Farida mengatakan, perempuan masa kini patut berterima kasih pada tokoh pejuang emansipasi wanita, RA Kartini. Atas perjuangan Kartini, saat ini perempuan bisa belajar, bekerja dan berkarier tanpa diskriminasi.

Baginya, RA Kartini merupakan sosok pembaharu dengan terobosan emansipasi yang perlu disyukuri oleh perempuan zaman sekarang. Karena berkat peran Kartini, saat ini perempuan bisa lebih terlihat perannya di segala bidang.

“Meski begitu, perempuan tidak boleh kebablasan dan harus cerdik dalam memanfaatkan emansipasi. Perempuan tetap harus paham tentang kodrat dan pandai menempatkan diri. Saat di dunia kerja dan juga di keluarga,” ujar Elly Farida di Balai Kota, Selasa (07/11/2017).

Menyambut Hari Pahlawan 10 November mendatang, Bunda Elly, sapaan akrabnya, secara khusus menyampaikan hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada RA Kartini. Karena dengan jasanya Kartini, perempuan kini lebih pintar, cerdas, dan memiliki kemampuan terbaik setara dengan laki-laki.

“Perempuan dengan segala kemampuan yang dimiliki di dunia kerja, haruslah ingat dengan perannya ketika kembali ke rumah mereka. Tetap seorang istri dan juga ibu,” katanya.

Menurutnya, dengan bisa berpendidikan, perempuan saat ini sudah semakin mudah mendapatkan pekerjaan, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga. Bahkan, tak jarang perempuan kini juga sudah memiliki jabatan sebagai pemimpin baik di organisasi hingga di lembaga tinggi negara.

Namun, dirinya mengingatkan semakin tinggi karier seorang perempuan, tentu pendapatan juga melimpah dan bersaing dengan suami. Karena itu, saat kembali ke rumah, perempuan harus ingat dengan posisinya dalam keluarga.

“Sebab di tangan perempuan terletak perubahan dan peradaban berasal, dengan mendidik anak di rumah dan memberikan segenap kemampuan terbaiknya bagi keluarga,” tandasnya.