Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Farida Rahmayanti

DepokNews- Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Farida Rahmayanti meminta Dinas Pendidikan (Disdik), untuk memberikan sosialisasi sejak awal sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dilangsungkan.

Menurutnya, bila proses belajar secara tatap muka atau offline yang akan di mulai pada Juli mendatang, harusnya dalam kondisi yang benar-benar kondusif baik bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Farida pun berharap kondisi Kota Depok harus berada di zona hijau saat proses pembelajaran tatap muka berlangsung, sebab, katanya, perlindungan dan keselamatan siswa menjadi hal yang utama.

“Kita berharap kondisi saat itu benar benar kondusif bagi para siswa dan tenaga pendidik. Semoga Depok sudah dalam kondisi mengarah ke zona hijau, ” kata Farida, Jumat (19/3/2021). 

Dari data yang di dapatnya, Farida mengatakam pertanggal 19 Februari 2021, data konfirmasi positif pada anak yang berusia kurang dari 17 tahun berada diangka 17,89 persen.

Data ini pula yang dikatakan Farida yang harus menjadi pertimbanban pemerintah sejak dini.

“Trend angka positif covid pada anak hrs dalam pantauan, sehingga pengambilan kebijakan lokalnya nanti bisa lebih presisi,” paparnya.

Tentunya, sambung Farida, kaidah-kaidah 5 M harus menjadi bingkai utama saat memang keputusan belajar online diambil. 

“Lama belajar, ruang yang memadai, jumlah kehadiran siswa harus benar-benar dikaji. Sehingga sekolah nantinya tidak menjadi klaster penularan covid yang baru,” ujarnya.

Guna memersiapkan itu semua, Farida pun menyarankan untuk dibwrikan sosialisaai dan edukasi lebih dulu pada anak didik dan juga orang tua siswa dilakukan mulai sekarang.

Sehingga nantinya orang tua dan juga anak-anak atau siswa siap untuk menghadapi situasi baru belajae offline di masa pandemi. 

“Tantangannya adalah menumbuhkan kesadaran pada diri mereka (siswa) untuk pro aktif mencegah penularan,”

“Semoga waktu 4 bulan ke depan ini efektif untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, komitmen terhadap hal apapun yg dapat memutus mata rantai penyebaran covid,” tutupnya.(Mia)