Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan. (Foto : Jose/Diskominfo)

DepokNews —  Dinas Koperasi Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok akan mengadakan program pelatihan bagi 275 wirausaha baru di 2018. Program tersebut meliputi pelatihan desain kemasan, pelatihan teknopreneur, pelatihan keamanan pangan, dan fasilitasi sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

“Jadi, program pelatihan yang kita berikan sama dengan tahun lalu. Sedangkan untuk pesertanya adalah pelaku usaha yang ada di setiap kecamatan yang baru memulai usaha sekitar 6 bulan hingga tiga tahun untuk kemudian dilatih menjadi wirausaha baru yang memiliki potensi dalam mengembangakan usahanya,” tutur Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan saat ditemui depok.go.id di ruang kerjanya, Senin (12/02/2018).

Lebih lanjut, Mantan Kepala Diskominfo tersebut menjelaskan, para pelaku usaha yang ingin mengikuti pelatihan tersebut diwajibkan untuk melakukan registrasi ke DKUM dengan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Pasalnya, pelatihan tersebut hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP Kota Depok serta memiliki izin usaha.

“Syaratnya cukup mudah, tetapi nanti kita tetap akan seleksi juga apakah pelaku usaha yang mendaftar tersebut sesuai dengan prioritas kita atau tidak. Sebab, prioritas kita hanya pada tiga bidang yaitu di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan (craft),” ujarnya.

Dirinya menambahkan, program-program pelatihan yang diadakan oleh DKUM sebagai bentuk pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lewat berbagai upaya tersebut diharapkan UMKM di Kota Depok dapat terus memiliki daya saing serta kualitas di tengah persaingan dalam dunia bisnis yang semakin pesat.

“Kita berharap para pelaku usaha di Kota Depok senantiasa memiliki kapasitas, kemampuan, serta kepercayaan diri untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk mereka. Hal itu dikarenakan saat ini persaingan dalam bisnis semakin ketat seiring dengan pertumbuhan usaha-usaha baru yang terus bertambah,” pungkasnya.