Suasana deklarasi mesra (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Ratusan SDIT Miftahul Ulum ikuti Deklarasi Mesra Wujudkan Sekolah Ramah Anak. Dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet cantik, sarana belajar diluar seperti satwa burung, kolam ikan, kantin sehat dan perpustakaan. Deklarasi dibuka oleh Bunda PAUD Kota Depok Elly Farida, Camat Cinere Muchsin Mawardi, Ketua Dewan Pendidikan Hafid Nasir dan Penghiat Ketahanan Keluarga Farida Rachmayanti.
Ketua Umum Yayasan Miftahul Ulum, Muhammad menjelaskan sarana menjadi salah satu pendukung sekolah ramah anak. Sekolah dengan tiga lantai ini, memiliki dua kamar mandi siswa laki-laki dan perempuan di tiap lantai. Begitu juga dengan kantin sekolah, tidak ada makanan dengan bahan pengawet semua makanan sehat. Karena ada dokter dan ahli gizi yang membantu. Pemantauan pun dilakukan pihak sekolah dan yayasan.
Satwa burung juga disediakan agar siswa dapat lebih mengenal jenis burung, begitu juga dengan kolam ikan, agar menambah asri sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Gandul, Kelurahan Gandul Kecamatan Cinere ini.
“Itu hanya bagian dari sarana dan prasarana, agar siswa lebih nyaman saat belajar. Dan merasa memiliki sekolah,” jelasnya usai Kegiatan Deklarasi Mesra Mewujudkan Sekolah Ramah Anak SDIT Miftahul Ulum, Senin (19/3/2018).
Selain sarana dan prasarana, di sekolah juga siswa diterapkan untuk tidak melakukan tindak kekerasan atau bullying sesama teman.
“Nilai-nilai agama dan sosial juga kami terapkan disini. Selalu ada acara sosial tiap tahun, agar siswa terbiasa untuk berbagi pada sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Miftahul Umum, Bahijah Shiddiq mengatakan penerapan sekolah ramah anak saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBm) pun turut diperhatikan. Sekolah inklusi ini juga tidak menyamakan soal ujian antara siswa ABK dengan siswa lain, namun disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Seperti soal ujian berbeda, dan satu siswa ABK ada shadow teacher sendiri.
“Sehingga predikat sekolah ramah anak tidak hanya lada fasilitas. Namun penerapan saat KBM juga perlu diterapkan,” terangnya.

Bahijah berharap, agar sekolah ini lebih baik lagi dari sebelum menjadi sekolah ramah anak. Siswa dapat belajar dengan nyaman dan menganggap sekolahnya adalah rumah kedua bagi mereka.

“Dengan siswa nyaman tentu dapat menyerap materi belajar dengan baik, dan hal itu perlu didukung semua pihak,” tutupnya.(mia)