DepokNews–Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Darul Abidin yang berlokasi di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji Kota Depok mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat nasional.

Kepala SMPIT Darul Abdin Sumi kepada wartawan mengatakan penghargaan sekolah berbasis lingkungan ini sudah dipersiapkan sejak dini oleh civitas lingkungan sekolah.

Dimana penghargaan adiwiyata bermula dari penghargaan adiwiaya tingkat Kecamatan, Kota lalu tingkat Propinsi Jawa Barat dan adiwiayata tingkat Nasional.

Sebelum memperoleh pridikat sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional, sekolahnya sudah memperoleh adiwiyata tingkat Depok pada tahun 2017dan sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018.

Mendapat predikat sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional, itu menjadi suatu kebanggan, kerja keras yang dilakukan seluruh keluarga besar Darul Abidin telah memperoleh hasil.

“Target kita selanjutnya memperoleh adiwiyata Mandiri,” katanya.

Dia menambahkan yang dilakukan sekolahnya untuk memperoleh adiwiyata tingkat nasional itu, menata sekolah hingga tampak hijau, bersih, dan indah.

Dalam proses pembelajaran juga ada kurikulumnya yang diajarkan tentang lingkungan hidup.

Dengan mendapatkan piagam sekolah Adiwiyata ini menjadi tantangan untuk tetap menjaga, tetap meningkatkan kedisiplinan.

“Bahwa kita memiliki karakter yang baik terhadap lingkungan kita, lingkungan yang bersih, lingkungan yang sehat, dan lingkungan yang hijau.

Prinsip Adiwiyata itu adalah bagaimana kita bisa mengelola lingkungan, sesuai dengan indikator atau poin yang sudah ditentukan karenanya ini menjadi tanggung jawab semua dalam menciptakan sekolah bersih, hijau dan asri.

“Akan tetapi penghargaan bukanlan semuanya namun yang harus dilakukan adalah melaksanakan program program menciptakan sekolah hijau, bersih,”katanya.

Siswa berhak mendapatkan pelayanan sekolah sehat bersih dan hijau
maka KBM akan bisa optimal sehingga mencetak siswa yang berprestasi.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menambahkan, Kementerian Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan penghargaan sekolah berbudaya lingkungan (adiwiyata) tingkat nasional dan mandiri kepada 434 sekolah se-indonesia

Sekolah adiwiyata telah memberikan kontribusi berupa pengurangan timbunan sampah melalui pengelolaan dengan reduce, reuce, recycle dan juga berkontribusi dalam penanaman dan pemeliharaan pohon tanaman, lubang biopori, sumur resapan, serta penghematan dalam penggunaan listrik dan air.

Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati menambahkan ada enam sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata Nasional.

Tentunya, ini menunjukan bahwa sekolah sudah menjadi tempat pembelajaran untuk pengelolaan lingkungan.

Ety juga menyebut, raihan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Salah satunya Dinas Pendidikan (Disdik) yang telah memberikan pendampingan dan mendorong sekolah di Kota Depok untuk mengelola sampah.

“Terima kasih juga kepada Disdik yang mampu melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah untuk mengelola lingkungan, menuju sekolah berwawasan lingkungan,” katanya.

Masyarakat di sekolah harus sadar, bahwa lingkungan yang bersih dan pola hidup yang baik dimulai dari kebiasaan.

“Hal ini yang perlu kita tanamkan sejak dini karena kita butuh udara bersih, air yang jernih, dan tanah yang subur. Jadi sifatnya bukan paksaan lagi, melainkan kebutuhan,”katanya.