DepokNews–Satu orang tewas tertimpa pohon Biola tumbang di lingkungan kampus Universitas Pancasila (UP) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada Rabu (21/8).

Korban tewas adalah orang tua dari calon mahasiswa Fakultas Farmasi yang sedang tes TOEFL.

Korban tewas diketahui adalah perempuan. Sedangkan satu korban lainnya dilarikan ke RS Zahirah.

Kejadian itu terjadi tepatnya di depan Fakultas Farmasi diketahui korban meninggal berjenis kelamin perempuan dan orangtua dari mahasiswa yang sedang ujian di Universitas Pancasila.

Kasiops II Sudin Penanggulangan Kebakaran, Jakarta Selatan mengatakan, pohon tumbang tersebut menimpa mobil yang di dalamnya terdapat pasangan suami istri.

Pasangan suami istri yang identitasnya belum diketahui itu awalnya sedang menunggu anaknya yang sedang ujian di Universitas Pancasila.

Mereka memarkirkan kendaraanya di bawah pohon.

Diduga karena tertiup angin, pohon langsung tumbang menimpa bagian depan mobil. Akibatnya, istri korban meninggal di tempat.

“Yang istrinya meninggal dunia di tempat. Karena pohon menimpa bagian bawah mobil,” ujarnya.

Sedangkan suaminya sedang dibawa ke rumah sakit Fatmawati karena mengalami luka parah.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Sigit Ari mengatakan, pihaknya masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian.

“Iya betul, 1 orang meningal dunia dan 1 orang luka. Masih kami data,” katanya.

Humas UP, Maharani Ardi Putri menambahkan peristiwa itu terjadi di depan Fakultas Farmasi.

Mobil korban plat A 1000 ZY baru saja parkir di lokasi.

Sebelumnya ada angin puting beliung Didalam mobil ada dua orang yang merupakan orang tua calon mahasiswa

Pihaknya mengaku belum dapat menginformasikan identitas korban.

Namun yang jelas pihaknya bertanggungjawab atas musibah tersebut.

“Biaya perawatan kami tanggung,” paparnya.

Selain itu, pihaknya memberikan beasiswa kepada anak korban.

Bantuan berupa beasiswa selama setahun full.

“Pihak kami dari kampus UP akan mendampingi porses dan menangung biaya pengobatan penuh, uang duka dan pemberian beasiwa full mahasiswa yang orangtuanya menjadi korban pohon tumbang selama 1 tahun,” katanya.