DepokNews–Tim Satuan Tugas Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Kota Depok mengecek lokasi genangan air di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Kepala Seksi Sumber Daya Air Dinas Bina Marga Kota Depok Bachtiar pada Kamis (20/2) mengatakan pihaknya sudah menurunkan petugas ke lokasi untuk mengecek lokasi genangan air di Pasar Kemirimuka.

“Ada laporan dari warga kalau ada genangan air pasca perbaikan saluran air di dekat lokasi tersebut,”katanya.

Terkait pengerukan saluran air di sepanjang sejajar rel di RW 15 Kelurahan Kemirimuka yang sudah dangkal Bactiar menegaskan harus ada penanganan yang lebih fokus.

Sementara itu ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kemirimuka Karno Sumardo menambahkan rencananya ada anggaran Pagu dari Dinas terkait untuk membenahi pasar.

“Tadi ada forum OPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan infonya ada anggaran buat pasar,”katanya.

Suaat itu di lingkungan RW 13 ada perbaikan saluran air atas usulan musrenbang warga setempat.

Setelah dilakukan perbaikan namun malah menimbulkan masalah baru, dimana air dari lingkungan tersebut menyebkan meluber ke kawasan Pasar Kemirimuka menjadi becek.

“Kami sudah laporkan masalah itu ke dinas terkait diharapkan bisa segera ditindalanjuti sehingga pasar bukan seperti empang, dan bukan dijadikan penampungan air warga,”katanya.

Tergenangnya kawasan Pasar Kemirimuka disebabkan adanya saluran air yang mengakibatkan air tidak mengalir dengan sempurna.

Tidak hanya itu masalah lainnya adalah saluran air di RW 15 yang sudah dangkal banyak sampah yang mengakibatkan kawasan Pasar Kemirimuka.

“Kami lihat saluran air itu sudah ada lumpur mengendap sehingga ketika hujan meluber ke jalanan,”katanya.

Karno menambahkan saluran air di sepanjang sejajar rel di RW 15 merupakan saluran dari pasar Kemirimuka mengarah ke irigasi timur namun kondisinya sudah dangkal karena tidak pernah diperhatikan oleh Sumber Daya Air Dinas Bina Marga Sumber Kota Depok.

“Selama saya di Pasar Kemirimuka, kami engak pernah lihat adanya pengerukan saluran air tersebut,”katanya.

Hujan yang mengguyur Kota Depok pada mengakibatkan genanangan air sehingga menganggu para pedagang yang melakukan kegiatan.

“Yang paling parah genangan airnya di jalur gocap di lokasi itu genangan air bisa mencapai sekitar 30 sentimeter ditambah lumpur yang meluber dari saluran air,” katanya.

Dia mengatakan penyebabnya genangan air itu diduga karena saluran air yang mengarah ke saluran air sejajar rel RW 15 mengalami pendangkalan sehingga saat hujan turun tidak bisa menampung air hingga meluber ke jalanan.

Dia mengatakan sebelum memasuki musim penghujan para pedagang bersama kantor UPT Pasar Kemirimuka sudah mengirimkan surat kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan saluran air di sepanjang sejajar rel di RW 15 Kelurahan Kemirimuka.

Akibatnya adanya genangan air bisa menganggu aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Kemirimuka.

Bahkan saat kawasan Pasar Kemirimuka terendam tidak ada pembeli yang berani melintas sehingga pendapatan pedagang bisa dikatakan menurun.

Pedagang melalui UPT Pasar Kemirimuka mengirimkan surat permohonan alat pengerukan saluran air namun hingga saat ini belum ada jawaban dan banjir sudah melanda kawasan Pasar Kemirimuka.

Dia berpendapat jika dilakukan pengerukan saluran air maka bisa memberikan solusi banjir yang ada di Pasar Kemirimuka.

“Jika tidak segera dilakukan pengerukan kami nilai setiap hujan turun maka kawasan Pasar Kemirimuka akan selalu kebanjiran,” katanya.