DepokNews – Rencana pemerintah untuk melakukan sekolah tatap muka nampaknya harus ditinjau ulang oleh Pemerintah. Pasalnya beberapa santri di salah satu pondok pesantren di Kota Depok terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana yang di konfirmasi terkait hal tersebut membenarkan adanya para santri yang terkonfirmasi Covid-19.

” Ada peningkatan saat ini dan beberapa Pondok tersebut antara lain
ZZS 25 kasus, ponpes MD 46 kasus, dan pesantren BQ 4 kasus, dan pesantren A 1 kasus,”katanya saat di konfirmasi, Jumat (29/4/2021).

Menurut Dadan penularan tersebut diakibatkan karena sikap abai terhadap penerapan protokol kesehatan (protkes). Selanjutnya banyak kegiatan yang keluar-masuk, artinya anak-anak boarding tapi pengajar atau mungkin catering dan pesan makan dari luar.

” Terkait Ponpes ZSS para santri yang terpapar mengalami gejala sejak Senen lalu dan hasil positif Covid-19 diketahui saat tes swab PCR mandiri oleh mereka,”katanya.

Dari kasus tersebut kata Dadang pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kluster pondok pesantren.

” SKB tiga menteri perlu ditinjau lagi itu saran kami,”tandasnya.

Diketahui pada Juni 2021 mendatang Pemerintah tengah melakukan pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka sekolah yang ada di Indonesia.