DepokNews–Belum selesai dunia keorangtuaan membincang generasi XYZ, lahirlah generasi Alpha dengan segala keunikan dan kekhasannya. Inilah yang menjadi bahasan di acara Sarasehan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia Kota Depok Selasa, 18 Desember 2018 di Aula Robbani Depok, lantai 4 Jl Margonda Raya Depok.

Mengambil tema Menjadi Pendidik Generasi A Menuju Insan Mulia, RKI Kota Depok menghadirkan Mahfudz Abdurrahman, pembina RKI kota Depok yang hadir sebagai keynote speaker, memberikan sorotan tajam terhadap perilaku menyimpang yang mewabah di generasi muda. Anggota DPR RI ini mengungkapkan keprihatinan terhadap pergaualan bebas, antara lain perilaku LGBT, di mana belum ada regulasi yang jelas. Sehingga seperti saat ini, para pelaku LGBT cenderung eksis dengan cover HAM.. Penyalahgunaan narkoba juga semakin marak dan minuman beralkohol semakin bebas. Menurutnya, DPR RI masih membahas RUU Minuman Beralkohol (RUU Minol). Perlu dukungan masyarakat agar RUU tersebut bisa segera disahkan. Bapak beranak 10 dan memiliki 9 cucu ini memberi tips pengasuhan keluarga. Sejak anak-anak masih kecil, Mahfudz dan istrinya membiasakan hidup mandiri sehingga ketika anak-anak ada yang sudah dewasa dan berkeluarga mereka memilih cara bekerja dengan berwirausaha.

Sementara itu, T. Farida Rachmayanti sebagai sekretaris komisi D DPRD kota Depok hadir memberikan apresiasi atas kegiatan yang ikut mensukseskan program Kota Layak Anak. Ada sekitar 300.000 generasi Alpha di kota Depok yang membutuhkan pengasuhan yang tepat agar potensinya berkembang secara kondusif spiritual, afektif, motorik dan kognitif, tuturnya. Gerakan penggunaan gadget secara sehat perlu digalakkan agar pembentukan pribadi tidak tergilas kecanggihan teknologi, tambahnya.

Pakar pendidikan dan Praktisi ketahanan keluarga sekaligus ketua RKI kota Depok Nikendriningrum mengatakan bahwa yang hadir di sarasehan kali ini adalah para guru untuk anak usia dini di mana mereka sehari-hari bergaul dengan generasi Alpha. Tema ini penting, menurut Niken, untuk memperkecil gap komunikasi antara para pendidik dengan anak didik dikarenakan jarak usia yang jauh dan perbedaan sudut pandang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here