DepokNews-Para santri dan ulama di Kota Depok mengaku bangga dengan sosok seorang santri yang kini menjadi seorang kiai dan memimpin wilayah Kota Depok yakni, Mohammad Idris.

Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul Quran, KH Syamsul Yakin mengatakan
Mohammad Idris dianggap pemimpin yang memiliki kecerdasan dan hati tulus.

“Bangga yang kami rasakan itu rasional, bukan emosional. Artinya, bedasarkan logika orang yang berakhlak dan berilmu ketika memimpin maka masyarakat dipimpin berdasarkan akal yang cerdas dan dengan hati yang tulus serta baik, itu pengertian bangga,” katanya.

Menurutnya, Idris sudah terbukti dalammemimpin Depok satu periode. Idris juga pernah menjadi wakil wali kota satu periode.

Oleh karenanya, kata Syamsul, kepemimpinan Idris patut untuk dilanjutkan.

“Kami para kiai bermain di level majelis taklim, saya sendiri punya dua majelis taklim dan dua pesantren, ceramah kemana-mana dan saya adalah repersentasi dari beliau (Idris,red). Kalau melihat saya diantaranya juga melihat beliau,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan oleh KH Abdul Ghoni, Pimpinan Pondok Pesantren Al Qindi, Cipayung.

Sebagai santri, dirinya juga mengakau bangga Depok saat ini dipimpin kiai.

“Saya bangga punya wali kota seorang kiai. In Sya Allah, Bismillah saya dukung Pak Kiai Idris untuk menjadi wali kota di periode kedua,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga akan mengajak seluruh santri dan jamaahnya mendoakan dan mendukung pasangan Idris-Imam.

“In Sya Allah, kalau mengaku santri pasti ikut santri dan memilih kiai,” katanya.

Pimpinan majelis zikir di wilayah Sawangan, KH Muhtaji Matridi juga meminta kepada para santri dan ustad agar tidak goyah untuk memilih pasangan Idris-Imam.

“Pada 9 Desember nanti yang pertama wajib datang ke TPS, dan yang kedua coblos nomor dua. Tolong ajak orang tua dan keluarga, kita doain. Kami tidak ragu kepada Pak Idris, In Sya Allah tetap memimpin kita. Sama-sama berdoa untuk kita dan kemenangan beliau,”katanya.

Menanggapi hal itu Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan terimakasihnya atas doa dan dukungan yang diberikan para santri dan kiai.

“Pertama dalam berdoa kita harus berbaik sangka kepada Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang berusaha,”katanya.

“Doa yang dikabulkan juga ada sebuah keyakinan bahwa Allah SWT mengijabah doa kita, jangan justru kita pesimis,”katanya.

“Tapi tentunya harus diimbangi restu dari Allah, makanya segala perbuatan atau doa yang kita minta In Sya Allah jika Allah berkehendak,”katanya.