DepokNews–Sanggar Tari Dhero terus melakukan inovasi dan berkarya dalam menyajikan tariannya saat tampil di publik atau khayalak umum.

Salah satunya adalah tarian Goyang Tarendo, dimana para siswa dari Sanggar Dhero ini tampil di depan Walikota Depok Mohammad Idris saat kegiatan Musrenbang Kecamatan Beji di Hotel Bumi Wiyata.

Owner Sanggar Tari Dhero, Dewi Yuliani kepada wartawan mengatakan Goyang Tarendo adalah tarian yang menggambarkan keceriaan gadis gadis Betawi dalam bermain bersama, mereka bermain dengan goyang ceria.

Namun Keceriaan terkadang bisa membuat mereka menjadi berseliisih tetapi perselisihan mereka tidak terlalu lama.

Mereka Kembali bermain seakan tidak pernah terjadi perselisihan berlenggak lenggok dengan iringan lagu yang dipopulerkan oleh Bang H Benyamin Sueb Tarian ini enerjik dan menarik.

“Tarian Goyang Tarendo yang disajikan oleh para siswa bisa ditampilkan dengan baik dan benar sehingga bisa diterima oleh khalayak,”katanya.

Dewi menambahkan, di awal tahun 2020 lalu siswanya berhasil meraih juara di perlombaan tari di Jakarta dengan menurunkan tiga tim

Tari Pajet kareumbong Juara 1,
Tari Melayu joget memikat juara 2 dan
Tari Kareumbong geulis juara harapan 2

“Alhamdullilah di awal tahun siswa kami bisa meraih prestasi,”katanya.

Dewi mengatakan, Sanggar Tari Dhero sudah menjelang usia lima tahun dan kerap tampil di berbagai even dan perfomance seperti di pembukaan HUT Jakarta.

“Anak-anak kami terakhir tampil di Pulau Dewata, Bali pertunjukan yang luar biasa,”katanya.

Dikatakannya, sebuah sanggar tari berumur, masih tetap eksis sampai sekarang, tampil memukau di berbagai Festival Budaya Anak Bangsa dalam rangkaian acara merayakan HUT Jakarta.

Sanggar Tari Dhero namanya. Mereka yang tampil anak-anak semua, yang tetap semangat dalam melestarikan tari kesenian tradisional

Awal membentuk sanggar tari ini, diungkapkanya, di garasi rumah di Tanah Baru, kemudian pindah memanfaatkan fasilitas umum pendopo di Kantor Kecamatan Beji.

Sanggar ini memang selalu menampilkan tari tradisional Nusantara.

“Tergantung eventnya, kalau event budaya Melayu tarinya tari Melayu, tapi kalau tidak ada permintaan, kadang tari yang memang disenangi anak-anak atau tari yang sudah dipelajari anak-anak,“katanya.

Indonesia memiliki beragam suku bangsa dengan budayanya yang memukau. Disetiap suku memiliki keunikan budaya masing-masing.

Kedepannya siswa Sanggar Dhero akan mengikuti perlombaan memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta.

“Insya Allah kalau ada waktu dan kesempatan pada bulan Juni kita mau program tampil di Candi Kembar Jawa Tengah,”katanya.