DepokNews–Sahabat Ummat Depok dalam Kegiatan Road Show rutinnya mengunjungi Pondok Pesantren Assalafiah Hidayatul Mubarokah pada Sabtu, 20 Maret 2021. Kordinator kegiatan Yuliana saat diwawancarai menyampaikan Pondok Pesantren bekas kandang ayam ini berlokasi berbatasan wilayah cibinong bogor dengan cilodong depok. Di pondok pesantren ini menampung 50 lebih Anak Santri yang mayoritas warga masyarakat Depok. Hal ini yang mendorong kami Sahabat Ummat Depok mengunjungi tempat ini dan melihat secara langsung kondisi sesungguhnya untuk melakukan kegiatan rutin kami. tutur yuliana

Kyai Rizal Nawaseh Pendiri Pondok Pesantren Assalafiah Hidayatul Mubarokah
menjelaskan bahwa
Pondok pesantren Assalafiah Hidayatul Mubarokah sudah berdiri sejak tahun 2016 dan berlokasi di Wilayah Kampung Sawah Rt.02/02 Kel Pondok Rajeg Cibinong Bogor. pesantren yang bekas kandang ayam dan jauh dari perkotaan ini, kebanyakan anak didik santrinya berdomisili wilayah Depok. ucap Kyai Rizal sapaan akrabnya

Ditempat ini awalnya memang bekas kandang ayam luasnya kurang lebih 2600 meter, dengan melewati proses yang panjang kami merubahnya dari bekas kandang ayam menjadi pondok pesantren. Semua bisa terjadi karna ijin Allah, walaupun masih dalam keterbatasan baik tempat, ruangan dan fasilitas lainnya kami berupaya maksimal untuk mendidik anak- anak santri agar punya bekal ilmu selepas mereka keluar dari pondok pesantren. ucap kyai rizal.

Kyai Rizal menambahkan bahwa Pondok ini masih ngontrak tempat ini dengan biaya 10 juta pertahun. Dari mana biayanya, ada saja kemudahan bantuan dana itu terkumpul baik dari swadaya masyarakat maupun secara pribadi. Tempat ini selain sebagai pondok pesantren dijadikan juga rumah penampungan bagi yatim piatu, fakir miskin dan dhuafa, di pesantren ini juga menjadi tempat Terapi Kejiwaan dan Rehabilitasi Narkoba. Terkadang dari Dinas Sosial Depok maupun Kementerian Sosial Republik Indonesia menitipkan anak terlantar atau yang mengalami gangguan kejiwaan ke tempat ini dengan begitu saja tanpa ada tindak lanjut atau bantuan secara financial.

Hal itu tidak membuat kami kecil hati semua kami pasrahkan kepada Allah semata dan alhamdulillah yang sakit maupun ketergantungan bisa terobati dan beranjak pulih bahkan sampai saat ini kami bisa membiayai hingga lulus secara pendidikan formal dan mencukupi segala kebutuhan anak didik atau santri kami dan sampai saat ini proses kegiatan di pesantren tetap berjalan.

Akan tetapi, Kami juga terbuka dan menerima apapun bentuk bantuan dan dari siapapun yang ingin berkontribusi terhadap pondok pesantren maupun anak santri kami. Smoga Allah bisa mengirimkan hamba- hambanya yang baik dan tempat ini bisa terbeli untuk kami wakafkan agar keberadaan pesantren ini tetap ada serta kami bisa mencetak santri- santri yang berkualitas secara ilmu dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. ungkap kyai

Ketua Sahabat Ummat Kota Depok Lukita P. Darisman menyampaikan bahwa baru pertama kali saya mengetahui ada pondok pesantren yang sebelumnya bekas kandang ayam. Terus terang saya merasa prihatin, haru dan bangga dalam suasana keterbatasan ini dari bekas kandang ayam bisa terlaksana dan menjadi tempat bernaung untuk pendidikan dengan baik. Smoga ditempat ini bisa tercetak anak santri yang berkualitas secara keilmuan dan smoga mereka kelak dewasa menjadi orang- orang yang hebat di negara ini. ucap bunda sapaan akrabnya.

Bagi siapapun yang berkontribusi terhadap adanya pondok pesantren ini tentunya menjadi ladang pahala dan amal sholeh untuk di akherat nanti. Tentunya saya berharap walaupun harapan besarnya kepada Allah, setidaknya ada perhatian dan bantuan dari pemerintah Kota Depok khususnya karna disana mayoritas warga depok yang menuntut ilmu menjadi santri maupun dalam terapi atau rehabilitasi. Smoga juga pemerintah pusat melalui kementerian sosial, BNN atau pihak terkait bisa memberikan perhatian, dukungan dan bantuan agar fasilitas- fasilitas yang dibutuhkan dalam proses pemulihan terapi kejiwaan atau rehabilitasi bagi pecandu narkoba bisa terpenuhi dengan baik. Bagaimanapun mereka yang ada disana adalah anak- anak kita atau anak bangsa kita yang harus disayangi dan diselamatkan. tutup lukita