DepokNews- Lurah Sukatani, Cahyanto memberikan hadiah seekor kambing kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 56, RW 03. Pasalnya, TPS tersebut berhasil meraih angka partisipasi pemilih tertinggi di wilayah Sukatani.

“Angka persentase pemilih di TPS 56 mencapai 86 persen. Ini benar-benar upaya maksimal KPPS,” tutur Lurah Sukatani, Cahyanto, Kamis (10/11/20).

Cahyanto menjelaskan, KPPS yang bertugas di TPS 56 melakukan berbagai upaya agar partisipasi pemilih meningkat. Antara lain pemberitahuan melalui pengeras suara mushola dan grup WhatsApp warga. Serta melakukan jemput bola bagi warga yang belum menyalurkan suaranya oleh anggota KPPS.

“Berbagai upaya dilakukan oleh KPPS untuk menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara, pengawas Pilkada dan Puskemas Sukatani. Tidak lupa, bagi masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam Pilkada yang sudah berlangsung, umum, bebas, rahasia (luber) dan jujur, adil (jurdil).

“Siapapun yang terpilih mari kita dukung Walikota dan Wakil Walikota periode 2021-2024,” tutupnya.
[20:39, 12/11/2020] Furqon Depoknews.Id 471001016641538: 254 Kilogram Limbah B3 Sisa Pilkada di Kecamatan Cilodong Sudah Dibersihkan

DepokNews- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Cilodong memastikan telah mengangkut seluruh sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang digunakan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 9 Desember lalu.

“Petugas kami memastikan seluruh limbah B3 sisa Pilkada sudah terangkut malam itu juga,” tutur Kepala UPTD Puskesmas Cilodong, Dharma Ningsih, Jumat (11/12/20).

Dharma menjelaskan, Limbah B3 ini terdiri dari baju hazmat, masker, sarung tangan, dan faceshield. Tercatat ada 254 kilogram limbah sisa Pilkada di Kecamatan Cilodong.

“Kami serahkan kepada pihak ketiga untuk olah limbah tersebut bukan DLHK Depok,” tuturnya.

Lanjut Dharma, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengangkutan sekaligus pengolahan limbah tersebut. Sebab, limbah B3 perlu penanganan khusus.

“Kalau dibiarkan khawatir akan membawa virus dari pemilih (masyarakat),” tandasnya.