RW 15 Kelurahan Pancoran Mas Jadi Lokasi P2WKSS Tahun 2017

Posted on 11 views

DepokNews — Hakekat pembangunan bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, tanpa adanya diskriminasi ras, agama, dan jenis kelamin.

Artinya, pembangunan harus meliputi segala aspek yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, sebagai sumber daya pembangunan. Semoga kegiatan P2WKSS yang berlangsung di wilayah RW 15 Kelurahan Pancoran Mas dapat mempercepat upaya peningkatan kualitas hidup perempuan melalui kegiatan penyuluhan pengetahuan, keterampilan dasar, kegiatan sosial serta pembangunan fisik lainnya, harap Wakil Walikota Pradi Supriatna saat membuka Rakor P2WKSS Tahun 2017.

Rakor terselenggara di Aula Kelurahan Pancoran Mas, Selasa (07/03/17). Mengawali Rakor, Kepala Dinas PAPMK Eka Bahtiar menginformasikan lokasi P2WKSS Tahun 2017 adalah di RW 15 Kelurahan Pancoran Mas. Pancoran Mas dipilih karena angka tingkat kelahirannya tinggi dan IPM agak rendah dibanding dengan Kecamatan lain. Semoga kegiatan ini meningkatkan peran masyarakat, khususnya wanita dalam pembangunan. Dan untuk OPD yang turut bertanggung jawab atau memiliki program yang terkait dengan kegiatan P2WKSS, bisa disiapkan, diinformasikan, dan dikomunikasikan dengan Dinas PAPMK sehingga kegiatan bisa disinergikan dan pelaksanaannya berjalan lancar.

Lurah Pancoran Mas Dadi Rusmiadi melaporkan hasil identifikasi kondisi RW 15 yang menjadi lokasi P2WKSS Tahun 2017. Lokasi akan berada di RT 03 dan RT 07 RW 15 Kelurahan Pancoran Mas. Di RW 15 terdapat 283 kepala keluarga, 13 diantaranya merupakan keluarga pra sejahtera. Dari 266 rumah juga masih terdapat 13 rumah tidak layak huni (RTLH). Dalam kegiatan P2WKSS ini ada sekitar 28 rencana yang telah diinventarisir baik kegiatan fisik maupun non fisik. “Semoga kegiatan P2WKSS dapat memberikan perubahan yang lebih baik bagi RW 15,” ujarnya.

Senada, Wakil Walikota berharap kegiatan P2WKSS dapat memotivasi, mewujudkan dan meningkatkan kualitas keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera, termasuk perlindungan perempuan dan anak. “P2WKSS juga diharapkan dapat meningkatkan kedudukan, peran, kemampuan, kemandirian, serta ketahanan mental spiritual melalui kegiatan pembangunan yang lintas sektoral dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Semoga kegiatan ini tidak berakhir saat P2WKSS selesai, tetapi akan terus di follow up,” ujar Pradi.

Dalam kesempatan itu, Pradi ini meminta kepada semua pihak terkait, khususnya Kepala OPD untuk merumuskan rencana kegiatan beserta jadwalnya. “Koordinasi jadwal kegiatan yang sifatnya mempunyai sasaran yang sama supaya dilakukan dalam hari yang sama, guna mengefisiensikan waktu khususnya bagi masyarakat binaan,” tutur Pria Asli Beji.