DepokNews- 50 anggota dewan terpilih hasil Pemilu 2019 untuk DPRD Kota Depok, disambut dengan hadangan sejumlah jawara betawi jelang pelantikan di Gedung DPRD Kota Depok, Jalan Boulevard GDC, Kecamatan Cilodong, Selasa (3/9/2019).

Dengan diiringi musik marawis, para jawara ini berebut dandang dengan rombongan dewan terpilih. Setelah berhasil, rombongan pun dapat masuk ke dalam kantor Paripurna DPRD Depok.

Berdasarkan benerapa sumber, masyarajat Betawi pinggir dari Bekasi hingga Depok pada masa lalu sangat akrab dengan tradisi Rebut Dandang saat melangsungkan pesta pernikahan.

Hasil akulturasi dari ‘Adu Jaten Parebut Se’eng’ yang merupakan budaya Sunda tersebut mengalami beberapa polesan yang tidak seragam tergantung kebiasaan yang berlaku di wilayah masing-masing.

Pada Adu Jaten Parebut Se’eng, dua jawara yang memperebutkan dandang biasanya melakukan adu tulang kaki (tulang bagian depan kaki di bawah lutut yang biasa disebut tulang kering). Sedangkan di Rebut Dandang, perebutan dandang lebih diramaikan dengan unjuk kebolehan bertarung para jawara yang mewakili kedua mempelai.

Sebagai seni tradisi hasil adopsi, Rebut Dandang banyak menggunakan pantun seperti laiknya tradisi Palang Pintu, tetapi tentu saja bahasa yang digunakan adalah subdialek Betawi pinggir yang dikenal dengan istilah Betawi Ora.

Sekretaris DPRD Kota Depok Zamrowi mengatakan, tradisi ini untuk menyambut rombongan anggota dewan baru. Serta melestarikan budaya Betawi.

“Alhamdulilah lancar, dan pelantikan juga pelestarian budaya dapat diselaraskan,” tutupnya.(mia)