DepokNews–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendukung sejumlah inovasi berbasis komunitas di pasar tradisional agar kegiatan perdagangan tetap bergeliat selama pandemi virus Covid-19. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok, Jawa Barat, Zamrowi Hasan menjelaskan bahwa sosialisasi gencar telah dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok kepada pedagang pasar tradisional untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mengurangi penyebaran Covid-19.

“Kota Depok memiliki demand yang cukup baik dan dapat menyerap pasokan pangan petani dari daerah sekitar. Protokol kesehatan ketat harus diterapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pedagang dan pembeli di pasar”, ujar Zamrowi Hasan.

Semangat ini sejalan dengan temuan riset Universitas Indonesia tentang ketahanan pangan Cianjur – Depok di semester kedua tahun 2020. Yunan Ramlan sebagai anggota Tim Peneliti Universitas Indonesia menjelaskan bahwa ketahanan pangan ditunjang oleh jaminan rantai pasok pangan yang terkait dengan sistem informasi terpadu sehingga kebutuhan dari konsumen dan sentra produksi dapat terpetakan dengan baik.

“Sinergi Sub Terminal Agribisnis (STA) Cianjur dan pedagang pasar di kota Depok menjadi formula menarik yang menghemat alur dan biaya. Kota Depok tidak perlu lagi membangun pasar induk sayuran karena distribusi dari STA bisa langsung ke pasar-pasar di penjuru kota” papar Yunan yang tengah menyelesaikan tesis di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia tersebut.

Pada kesempatan diskusi tersebut, Furkon, sekretaris DPD APPSI (Asosiasi Pedangang Pasar Seluruh Indonesia) Kota Depok berharap terobosan ini menjadikan sayuran di pasar-pasar lebih segar dengan harga lebih terjangkau karena langsung dari Cianjur. “Semoga ini menarik bagi para pedagang sayuran di pasar Depok untuk bermitra dengan petani Cianjur. Pola kemitraan dengan sentra produksi juga bisa diterapkan untuk komoditas lainnya termasuk beras, pakaian dan lain-lain”, tambah Furkon yang sehari-hari berdagang di Pasar Palsigunung. 

Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Ade Supriatna sebagai inisiator diskusi riset Universitas Indonesia di kantor Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok (21/09/2020). Ade Supriatna memaparkan pentingnya pelibatan komunitas di Kota Depok untuk meningkatkan transaksi perdagangan  di pasar tradisional. “Pedagang pasar tradisional harus diberikan dukungan baik fasilitas permodalan maupun inovasi pemasaran dijital agar tetap bertahan di tengah himpitan ekonomi selama pandemi covid-19. Saya akan terus kampanye agar warga Depok berbelanja kepada pedagang di pasar tradisional kota Depok”, ucap Ade yang juga alumni Universitas Indonesia ini.

Riset Ketahanan Pangan Cianjur – Depok tahun 2020 ini didukung oleh Universitas Indonesia dan Fusi Foundation telah memetakan rantai pasok hortikultura yang bermanfaat bagi kebijakan pemberdayaan pedagang pasar tradisional di Kota Depok.

Ketua Fusi Foundation, Ahmad Fitrianto menyampaikan bahwa rangkaian penelitian dan diskusi ini diharapkan mampu mewujudkan sinergi antara Cianjur sebagai sentra produksi dan Depok sebagai daerah konsumen.

“Pelibatan komunitas dengan dukungan sistem informasi akan mendekatkan konsumen kepada pedagang di pasar tradisional. Di masa pandemi kita tidak bisa berharap tingginya kunjungan orang belanja di pasar, tetapi solusi dijital dan dukungan subsidi ongkos kirim dari pemerintah sangat feasible meningkatkan transaksi perdagangan di pasar tradisional. Kunci berikutnya adalah jaminan supervisi atas kualitas produk dan pelayanan yang memuaskan “ papar Ahmad.