DepokNews – Angggota Komisi VIII DPR RI Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, ajak warga Depok untuk bersiap hadapi kehadiran kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), hal itu disampaikan Nur Azizah dalam agenda Reses Anggota DPR RI Masa Persidangan Ke-3 Tahun 2020-2021 pada Sabtu (20/2) di Rumah Makan Saung Kang Dedi, Curug, Bojongsari, Kota Depok.

Menurut Nur Azizah, warga Depok harus bersiap hadapi setiap tantangan dan peluang dengan didirikannya Kampus UIII di Depok, salah satunya dengan menciptakan SDM yang unggul. Selain itu, Pemerintah Depok bersama warga harus dapat sesegera mungkin menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di kota Depok saat ini, seperti masalah pengamen anak-anak, pengamen yang meggunakan cat silver, dan yang paling penting juga masalah penanggulangan sampah.

“Jangan sampai ada kesan kumuh yang nampak dari Depok. Jangan sampai mempermalukan warga Depok dimata masayarakat Internasional yang nantinya akan tinggal di sini. Harus diperhatikan betul bahwa Depok akan menjadi magnet baru peradaban Islam dunia. Depok sudah punya UI lalu ada UIII, tentu itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kota Depok”, jelas Nur Azizah.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPC PKS Sawangan, Mustofa, seluruh Perwakilan DPRa PKS se Kecamatan Sawangan, serta perwakilan UPKK Kelurahan. Di hadapan para Kader PKS yang hadir, Nur Azizah menyampaikan bahwa setiap kader PKS harus dapat mengambil peluang untuk dapat berkontribusi lebih di masyarakat, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan, menjadi bagian dari UIII.

“Karena Depok ini dikenal dengan pemerintahannya orang PKS, tentu hal itu harus diperhatikan betul agar terus dapat menciptakan iklim yang positif. Dan turut berkontribusi untuk membangun citra positif kader PKS dan warga Depok di mata dunia”, terang Nur Azizah.

Nur Azizah turut menjelaskan bahwa sejarah didirikannya kampus UIII, karena Indonesia mayoritas penduduknya muslim, perintis kemerdekaan Indonesia juga banyak digawangi oleh para ulama yang memiliki pondok pesantren, tapi kenapa trandisi keislaman Indonesia ini tidak muncul di mata dunia, bahkan banyak orang-orang Indonesia yang belajar agama Islam ke luar negeri, mereka berangkat sekolah ke negara-negara yang taraf ekonominya bahkan lebih rendah dari Indonesia seperti di Maroko, Sudan dan Yaman. Tidak hanya itu mahasiswa Indonesia bahkan menerima beasiswa Pendidikan dari negara-negara tersebut.

“Negara-negara itu mampu memberikan beasiswa bagi pelajar asing, lalu Indonesia yang memiliki sumber daya yang jauh lebih baik, justru belum ada upaya kesitu. Inilah dengan adanya UIII selain untuk menaikan citra Islam Indonesia di mata Dunia, kita akan menunjukan bahwa Umat Islam Indonesia juga mampu dikenal dikancah Internasional dan mampu memberikan beasiswa pendidikan untuk WNA untuk belajar Islam lebih dalam di Indonesia, yaitu di kampus UIII”, papar Nur Azizah.

Hal ini tentunya menjadi peluang bagi warga Depok, dengan begini dapat memicu semangat warga Depok untuk terus bertumbuh dan belajar. Warga Depok tentu dapat berkontribusi baik menjadi mahasiswa UIII, dosen maupun staff di kampus UIII.

“Selain peluang-peluang menjadi bagian dari UIII, warga Depok bisa dengan inisiatif, karena nanti para mahasiswa Indonesia maupun asing yang kuliah di sana menggunakan bahasa pengantar Arab dan Inggris. Warga Depok jangan meninggalkan peluang untuk dapat meningkatkan kemampuan bebahasa, bisa juga dengan membuka kursus-kursus Bahasa Arab dan Inggris. Agar dapat bekomunikasi dengan baik di tengah iklim internasional. Semoga beberapa contoh ikhtiar tersebut menjadi salah satu kontribusi PKS yg bercita-cita membangun peradaban Islam Rahmatan Lil Alamin di Indonesia”, pungkas Nur Azizah.