DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A., ajak pemerintah bersama masyarakat untuk kembali angkat pahlawan asli Kota Depok, Tole Iskandar. Menurut Nur Azizah, tidak sedikit masyarakat Kota Depok yang belum tahu siapa itu Tole Iskandar, serta agar generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan. Hal itu disampaikan Nur Azizah dalam agenda Reses Anggota DPR RI Masa Persidangan Ke-3 Tahun 2020-2021 pada Sabtu (27/2) di kediaman salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

“Tole Iskandar adalah pahlawan asli dari Kota Depok, generasi muda saat ini, khususnya yang ada di Depok harus mengenal lebih dekat sejarah dan perjuangan pahlawan asli Kota Depok ini. Hal itu juga sebagai salah satu bentuk memperkokoh rasa nasionalisme di kalangan anak muda”, jelas Nur Azizah.

Pada kesempatan ini, Nur Azizah menyerap aspirasi dari salah satu tokoh senior Kota Depok, Titiek Haryati. Titiek yang merupakan sekretaris Dewan Harian Cabang ‘45 (DHC45) Kota Depok. DHC 45 sendiri merupakan organisasi yang giat dan aktif menyebarkan nilai-nilai perjuangan yang dikumandangkan para pahlawan terdahulu. Titiek menuturkan bahwa anak-anak muda saat ini masih kurang antusias untuk mempelajari sejarah dan mengenal para pahlawan pejuang negeri ini, khususnya di Kota Depok.

“Kita memiliki tokoh pahlawan asli Kota Depok bernama Tole Iskandar, yang saat ini juga diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Depok. Namun tidak semua anak muda saat ini menyadari kalau Tole Iskandar itu diambil dari nama salah satu pahlawan asli Kota Depok”, jelas Titiek.

Menurut Titiek, awalnya pemerintah itu kurang memberikan perhatian. Hingga dirinya besama DHC 45 Kota Depok yang mendorong pemerintah agar terus mendukung setiap kegiatannya. Salah satunya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang sejarah pejuangan para pahlawan.

“Jadi DHC 45 ini merupakan yang pertama-tama mengajak Dinsos dan Kesbangpol Kota Depok untuk terus mengenang sejarah perjuangan Tole Iskandar. Namanya itu sudah di proklamirkan sebagai nama jalan di Depok. Jadi setiap tahun di tanggal 10 November, habis upacara kita ada napak tilas di kediaman Tole Iskandar, sarasehan di daerah Ratujaya, disitu kita mengundang anak-anak sekolah di Depok untuk hadir melakukan napak tilas dan dihadiri oleh Kesbangpol dan Dinsos. Itu sebagai upaya kami agar anak-anak muda jangan sampai melupakan sejarah”, imbuhnya.

Namun, perempuan yang sudah tinggal di Depok sejak tahun 1979 ini turut menyayangkan, saat ini upayanya masih kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, “Saat terakhir kita berkungjung ke makam Tole Iskandar, itu makamnya sudah rusak, pecah-pecah. Perlu ada upaya pemerintah untuk terus merawatnya. Tidak hanya itu, banyak juga pahlawan-pahlawan lain yang terlupakan, karena tidak dimakamkan di makam pahlawan”, ungkap Titiek.

Selain itu, setiap 10 November Titiek bersama DHC 45 juga rutin menancapkan bambu runcing di makam pejuang yang tidak dimakamkan di makam pahlawan tersebut. “Selain terus berupaya mengajak masyarakat agar tidak melupakan sejarah, setiap 17 Agustus DHC 45 selalu tampil menjadi paduan suara, lalu pada 10 November yang membacakan pesan kesan pahlawan juga dari DHC 45. Setiap tahun juga ada operet yang bekerjasama dengan Kodim saya yang membuat skenarionya”, ungkapnya.

Nur Azizah mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan Titiek Bersama DHC 45 Kota Depok untuk terus mengumandangkan perjuangan para pahlawan. “saya sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan ibu Titiek dan DHC 45 Depok. Ini merupakan salah satu bentuk pengamalan dari empat pilar utama negeri ini, dengan terus mengenang dan mengamalkan perjuangan para pahlawan negeri ini”, pungkas Nur Azizah