DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A., Dalam Rangkaian agenda Reses Anggota DPR RI Masa Persidangan Ke-4 Tahun 2020-2021 pada Ahad (18/4), menerima Aspirasi 8 Organisasi Serikat Buruh Kota Depok, di kediamannya di Komplek Griya Tugu Asri, Cimanggis, Depok. Agenda yang bertemakan silaturahim dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh 20 orang, diataranya dari perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja dari berbagai sektor industri.

Kegiatan Silaturahim dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh Aleg DPRD Komisi D Kota Depok dari Fraksi PKS, Muhammad Supariyono, Ketua Bidang Ketenaga Kerjaan DPD PKS, Subehi Fatruloh, beserta 8 perwakilan Federasi Serikat Pekerja yang tergabung dalam dua Konfederasi di level nasional, yaitu Konfederasi SPSI serta Konfederasi KSPI.

Perwakilan 8 Federasi ini terdiri dari Ketua PC FSP RTMM, Samsudin, Ketua PC FSP ASPEK, Hari Defiansyah, Ketua PC FSP Farkes, Sidodadi, Ketua KEP KSPI, Sudarso, Perwakilan PC FSP KEP SPSI, Ketua PC FSP SPMI, Wido Pratikno, Ketua PC FSP LEM, Micheal Setyandoyo, Ketua PC SPN, Buya Fauzi serta empat perwakilan dari pengurus Apindo Depok.

Ketua KEP KSPI, Sudarso, menjelaskan bahwa Melalui Reses ini dirinya sangat merasa senang dapat bersilaturahim dengan salah satu wakil rakyat dari Dapil Depok. Menurutnya, meskipun Nur Azizah bukan dari Komisi 9 yang menangani pekerja, tapi melalui reses ini ia berharap Nur Azizah dapat membagikan informasi yang seluas-luasnya.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini dihadiri oleh Apindo dan teman-teman dari Konfederasi Serikat Pekerja. Dulu Federasi belum begitu banyak, sejak berdiri di tahun 2002 di Depok, hingga saat ini terdapat 8 Federasi Serikat Pekerja, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan semakin bertambah. Saat ini juga semakin solid, Konfederasi SPSI serta Konfederasi KSPI, kini juga tergabung dalam Forum Buruh Depok”, jelas Sudarso.

Salah satu perwakilan dari konfederasi, Andri, menyebutkan bahwa masalah yang saat ini diresahkan oleh hampir seluruh buruh adalah dengan adanya UU Cipta Kerja. “Pertama terkait pemotongan pesangon, karena cukup besar pengurangannya. Kemudian tentang masalah kontrak kerja (PKWT) yang diperpanjang, sejak awal 3 tahun kini menjadi 5 tahun. Lalu tentang masalah upah sektoral yang dihilangkan, khususnya yang bekerja di wilayah Karawang dan Bekasi yang saat ini mereka gajinya UMSK, dibawah UMK, di tahun ini mereka tidak mengalami kenaikan. Tentu dengan adanya UU Cipta Kerja ini seluruh buruh berduka karena berdampak pada pengurangan kesejahteraan buruh”, ungkap Andri.

Sudarso berharap, melalui Nur Azizah selaku Aleg pusat, dapat mengakomodir beberapa aspirasi dari pekerja untuk disampaikan di tingkat Fraksi PKS DPR RI. Selain dari problem UU Cipta Kerja juga masalah bagaimana BPJS Kesehatan bagi para pekerja dapat diperbaiki pelayanannya. Terkait masalah baru yang mengancam kesejahteraan buruh dengan adanya UU Ciptakerja ini, Sudarso menambahkan, bahwa Serikat Pekerja di Depok cenderung lebih dapat mengkondisikan anggotanya agar tidak bertindak anarkis.

“Teman-teman serikat pekerja di Depok selalu berkoordinasi secara optimal dengan teman-teman di Apindo, dalam rangka mencari solusi terbaik, untuk kepentingan bersama. Kita ada, namanya Depok Style, kami diajak bicara, duduk bersama mencari solusi terbaik, salah satunya melalui forum ini, kita mengedepankan mencari solusi daripada melakukan aksi. Aksi adalah senjata terakhir kami”, papar Sudarso.

Pada kesempatan ini Subehi Fatruloh, selaku Ketua Bidang Ketenaga Kerjaan DPD PKS Kota Depok menyampaikan harapannya, untuk dapat mengakomodir kepentingan para serikat pekerja ini, ia berharap Depok memiliki rumah buruh sebagai tempat komunikasi dan koordinasi dengan berbagai stakeholder yang ada di Depok.

“Alhamdulillah Fraksi PKS hingga saat ini sangat dekat dengan para serikat pekerja. Saya juga merupakan bagian dari serikat pekerja ini, dan sudah pernah membuka forum khusus serikat pekerja di DPD PKS Depok. Selain itu kami juga bersyukur, salah satunya peranan dari Komisi D melalui pak Suparyono selaku Aleg PKS DPRD Kota Depok, selalu menjadi tempat kami menyampaikan seluruh permasalahan yang kami hadapi. Kini melalui peranan ibu Nur Azizah selaku Aleg pusat, kami berharap kedepannya nasib para serikat pekerja ini dapat jauh lebih baik lagi”, pungkas Subehi.