depokNews,Bekasi-Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A dalam rangkaian kegiatan Reses Anggota DPR RI masa persidangan ke-5 tahun 2019-2020, lakukan kunjungan pada masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) serta pelaku UMKM di Kota Bekasi. Kegiatan dilakukan guna menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi pada Kamis (22/10). Dalam kesempatan ini Nur Azizah menyerap aspirasi dari Nani yang merupakan pelaku UMKM Kerajinan Tangan. Suami Nani yang berprofesi sebagai Guru Matematika di salah satu SMA Negeri di Kota Bekasi, bersama istrinya Nani mengeluhkan problematika yang dihadapi terkait pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

Problematika dirasakan langsung oleh Suyanto sebagai seorang pengajar sekaligus orang tua dari anak-anak yang melakukan pembelajaran daring. “Sebagai guru, sejujurnya saya merasa beban saya menjadi lebih ringan, memalui video pembelajaran yang saya buat sebetulnya murid-murid bisa mengulang-ulang pelajaran yang saya sampaikan kapan saja jika ada yang belum mereka pahami. Saya jadi tidak harus mengulang-ulang penjelasan. Tapi di sisi lain masih banyak murid-murid yang masih terkendala dengan masalah kuota internet dan gadget. Untuk menyiasatinya ada beberapa murid saya yang tetap berkumpul dan belajar bersama menggunakan satu handphone atau laptop”, jelas Suyanto.

Disisi lain, Suyanto juga berperan sebagai orangtua yang anak-anaknya melaksanakan pembelajaran daring. Anak pertama Suyanto yang kini berkualiah di Institut Pertanian Bogor (IPB), juga menjalankan pembelajaran daring namun dirasa tidak efektif. “Kendala yang dialami orangtua umumnya sama selain faktor keterbatasan peralatan untuk sekolah daring, juga anak-anak mulai merasa jenuh karena tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Fakta lainnya, anak saya yang kini sedang kuliah masih harus mengerjakan tugas-tugas kelompok secara tatap muka bersama teman-temannya. Karena kampus diliburkan, terpaksa anak saya mobilitasnya menjadi lebih tinggi dari biasanya karena harus terus menerus bepergian untuk menyelesaikan tugas kelompok”, terang Suyanto.

Pada kesempatan diskusi ini turut dihadiri oleh Hj. Lilis Nurlia, S.Pd.I,. M.Pd, selaku anggota DPRD Fraksi PKS Kota Bekasi. Menaggapi hal tersebut, Nur Azizah yang merupakan anggota komisi VIII yang membidangi permasalahan Sosial, Agama, Kebencanaan serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, tetap akan mengadvokasi setiap permasalahan yang disampaikan dalam reses. “Sebagaimana permasalahan disampaikan pak Suyanto itu terkait dengan pendidikan merupakan poksi utama dari Komisi X, aspirasi tetap akan saya serap untuk disampaikan di tingkat pemerintah Kota juga akan diadvokasi melalui ibu Lilis selaku Anggota DPRD Kota Bekasi”, jelas Nur Azizah.

Selain itu, Nur Azizah turut mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM di Kota Bekasi di masa pandemi covid-19. “Ditengah keterbatasan yang ada, dengan banyaknya yang kena PHK, UMKM banyak yang masih bertahan dan menjadi semakin kreatif menyesuaikan dengan kebutuhan pasar di masa pandemi ini”, kata Nur Azizah mengapresiasi beberapa barang hasil kerajinan tangan Nani, istri Suyanto.

Sebagai pelaku UMKM, dimasa Pandemi Covid-19, Nani berkreasi membuat beberapa barang yang dijual secara online berupa connector masker, tas belanja yang dapat digunakan kembali, serta pernak-pernik seperti bros untuk hijab serta hiasan bunga yang terbuat dari stoking.

Pada kesempatan ini Nur Azizah memberikan oleh-oleh berupa goodybag, yang berisikan materi untuk penguatan ruhiyah serta 44 paket sembako Beras, minyak goreng dan gula kepada masyarakat penerima bantuan PKH serta pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, sebagai anggota Satgas Covid-19 DPR RI, Nur Azizah turut membagikan masker kain kepada warga dan menghimbau warga Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi untuk terus menjaga Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19 dengan sebaik-baiknya.