DepokNews, Bekasi – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A., Kunjungi Yayasan Adilah Hakimah di Taman Titian Indah, Kalibaru, Medan Satria, Kota Bekasi pada Ahad (27/12). Kunjungan ini dilakukan dalam rangkaian agenda reses Anggota DPR RI tahun persidangan 2019-2020.

Dalam agenda reses turut dihadiri oleh Ahmad Yani, Ketua DPC PKS Medan satria, Hj. Lilis Nurliah, pembina Yayasan Adilah Hakimah, Ustadzah Yayih, tokoh masyarakat sekaligus pembina majelis taklim serta anak-anak dan wali yatim binaan Yayasan Adilah Hakimah.

Dalam sambutannya, Nur Azizah sangat mengapresiasi Gerakan Filantropi yang digalakkan Yayasan Adliah Hakimah untuk kesejahteraan anak yatim dan dhuafa. Ia berharap kedepannya akan semakin banyak yayasan filantropi yang dapat saling bersinergi untuk mensejahterakan masyarakat yatim dan dhuafa.

Yayasan Adliah Hakimah saat ini dibina oleh Hj. Lilis Nurliah yang juga merupakan Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Bekasi. Hj. Lilis menuturkan bahwa yayasan yang secara rutin mengelola anak-anak yatim melalui kerjasama dengan Majelis Taklim ini, juga rutin menyelenggarakan kegiatan sosial setiap pekan.

“Di sini setiap Ahad selalu ada kegiatan baksos, senam bersama dan berbagai kegiatan warga lainnya. Dan santunan langsung kepada anak yatim. Namun karena masa pandemi, santunan akan disampaikan ke rumah masing-masing sehingga semua anak yatim di sini bisa kebagian”, jelas Lilis.

Lilis menuturkan kepada Nur Azizah, untuk menunjang kegiatan yayasan, saat ini ia telah mengusulkan agar ada anggaran khusus dari APBD Kota Bekasi untuk pemberdayaan Majelis Taklim Pengelola anak yatim yang ada di bawah yayasan Adilah Hakimah

“Semua MT di sini berlomba-lomba ingin ada koperasi, Insya Allah sudah saya usulkan agar ada anggarannya dari APBD untuk menunjang jalannya koperasi MT. Di masa pandemi ini juga banyak yang menjadi korban PHK”, jelas Lilis.

Menanggapi hal tersebut, Nur Azizah mengapresiasi upaya Lilis sebagai pembina yayasan sekaligus Anggota DPRD yang gencar menyuarakan hak-hak yatim dan dhuafa. Nur Azizah turut mengapresiasi pengelola majelis taklim yang turut menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yatim.

“Ibu-ibu di sini sebagai pengelola anak yatim, berbahagialah. Karena ibu-ibu ini calon penghuni surga. Jelas dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah bersabda: Saya dan pengurus anak yatim berdampingan di surga”, ungkap Nur Azizah.

Nur Azizah menjelaskan bahwa Allah SWT melarang menyengsarakan anak yatim, namun juga tidak boleh terlalu dimanjakan. Anak yatim harus dididik secara profesional. “Jadi yg dilarang oleh Allah adalah menyengsarakan anak yatim. Harus dididik secara profesional sesuai dengan usianya. Menghardik anak yatim itu kasar dan dianggap mendustakan agama Allah”, pungkas Nur Azizah.