Sukamaju Baru, Tapos – Relawan PKS DPC Tapos menghimbau warga masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan, menanggapi banyaknya permintaan fogging DBD dari masyarakat kepada PKS. ‎Relawan tersebut menegaskan, fogging bukan tindakan penanggulangan yang utama dalam mengatasi penularan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa fogging itu hanya membunuh nyamuk yang dewasa. Nah setelah nyamuk dewasa itu mati , bila masih ada genangan air nanti satu – dua minggu jentik nyamuk akan berkembang biak lagi. Jadi nyamuk lagi,” kata Umar Abdul Azis, Relawan PKS Tapos unit pelayanan fogging.

Umar mengatakan hal tersebut usai melakukan fogging atau pengasapan DBD di wilayah pemukiman warga RT.02 RW.010 Kelurahan Sukamaju Baru Tapos kemarin Rabu (25/8/2021). Untuk fogging kali ini pihak pengurus RT.02 sudah menyediakan obat, solar, dan bahan bakar. Relawan PKS hanya diminta bantuan mesin dan tenaga operator.

“Ketua RT-nya menghubungi kamI, minta tolong lingkungannya agar difogging. Kemarin ada 75 rumah yang kami fogging. Laporan dari Pak RT, sudah 2 warganya yang terkena DBD,” ungkap Umar.

Ia bersama rekannya sembari fogging mengimbau warga untuk tetap berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan sehingga dapat membasmi jentik-jentik nyamuk yang ada di sekitar lingkungan.

“‎Tempat barang bekas yang ada di sekitar rumah bila hujan akan menimbulkan genangan air. Sebaiknya langsung cepat dibersihkan. Lakukan pemberantasan sarang-sarang nyamuk dan jentik-jentiknya, supaya tidak berkembang biak menjadi nyamuk Dengue.” pungkasnya. (shl)