DepokNews- Sebanyak 55 orang Relawan Demokrasi Kota Depok pada Pemilihan Umum Tahun 2019, dilantik dan lakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Bumi Wiyata, Kamis (24/1/2019).

Kegiatan yang hadiri oleh Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Perwakilan Dandim, Perwakilan Polres, Bawaslu, Assisten Huksos, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Kantor Kesbangpol ini, sesuai dengan amanat UU 7/2017 tentang pemilu menegaskan bahwa pemilu diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat. 

Poin ini menunjukkan partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting penyelenggaraan pemilu, tanpa ada partisipasi atau keterlibatan pemilih maka sesungguhnya pemilu tidak memiliki makna.
Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan bahwa relawan demokrasi merupakan salah satu upaya untuk melibatkan masyarakat pada Pemilu 2019. Krenanya program yang digagas oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia dilaksanakan di seluruh Indonesia. 

“Tujuan dari perekrutan relawan demokrasi ini adalah meningkatkan kualitas pemilu, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokratisasi. Juga yang paling utama adalah meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu,” jelas Nana.

Nana melanjutkan, tingkat partisipasi pemilu legislatif tahun 2014 di Kota Depok sebesar 68,17% dan pilpres tahun 2014 di Kota Depok sebesar 73,72%. Sedangkan untuk pemilu tahun 2019 ini secara nasional ditargetkan 77,5%.

KPU Kota Depok untuk pemilu 2019 ini menargetkan tingkat partisipasi 80%. Kami sadar bahwa ini akan sangat membutuhkan kerja keras dan sangat maksimal. 

“Tapi saya yakin dan optimis target tersebut dapat tercapai. Tentu kami tidak bisa mewujudkan itu semua tanpa dukungan dan bantuan seluruh stakeholder yang ada di kota kita ini. Salah satu upaya dalam mewujudkan target tersebut makanya kami merekrut Relawan Demokrasi ini,” paparnya.

Nana berharap dengan direkrutnya 55 orang Relawan Demokrasi ini, selain nanti melakukan sosialisasi turun kebawah menemui masyarakat untuk datang ke TPS saja, tapi juga dapat memberikan informasi yang benar terhadap isu-isu atau kabar bohong yang beredar selama ini.(mia)