DepokNews–Sekitar 500 personel gabungan disiagakan untuk penanggulangan bencana dan banjir di Kota Depok yang terdiri dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok, Polresta Depok, serta Perangkat Daerah (PD), dan komunitas di Kota Depok salah satunya Land Rover.

Dandim 0508/Depok, Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar mengatakan, apel siaga dilakukan untuk menyiapkan dan mengantisipasi berbagai bencana yang timbul di Kota Depok.

Dengan begitu, nantinya dapat lebih cepat, aktif, dan tanggap memberikan bantuan.

“Dengan adanya apel ini, kami bersama tim sudah siap membantu dan cepat tanggap jika terjadi bencana di Kota Depok,” katanya.

Dikatakannya, melalui tim nantinya akan membentuk satu kesatuan yang besar sebagai unit yang besar terhadap bencana.

Selain itu juga bersiaga untuk pengamanan wilayah-wilayah rawan bencana di Kota Depok.

Dia mengatakan, seluruh tim sudah disiagakan untuk bencana di Kota Depok. Mereka saling menyinergikan dengan seluruh elemen terkait.

Dikatakannya, semua personel akan bersiaga di 11 kecamatan di Kota Depok. Masing-masing tim akan memiliki tanggung jawab di setiap wilayahnya.

Dia menambahkan, ada beberapa peralatan yang juga disiagakan dalam penanggulangan bencana di Kota Depok.

Adapun diantaranya perahu karet yang dimiliki beberapa elemen, alat pemadam kebakaran, serta perlengkapan dapur umum.

Selain personel juga disiapkan peralatan bantuan saat bencana agar penaggulangan lebih optimal.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang turut hadir menuturkan, pihaknya melalui Perangkat Daerah terkait akan siap berkontribusi membantu pengamanan bencana. Tentunya dengan peralatan pendukung yang dimiliki masing-masing Perangkat Daerah.

“Melalui Tagana, Satpol PP, serta Dinas Damkar dan Penyelamatan, kami akan bersinergi untuk lebih tanggap terhadap bencana di Kota Depok,”katanya.

Pemkot Depok bakal segera mengaudit seluruh gedung tinggi yang bercokol di wilayah Depok.

Hal ini guna memastikan kesiapan gedung-gedung tinggi saat gempa bumi yang tak pernah diharapkan terjadi nantinya melanda Depok.

“Kita tetap waspada terhadap ancaman gempa bumi. Apalagi Indonesia ini wilayah cincin api yang sangat aktif, ring of fire. Kita tetap mengaudit gedung-gedung tinggi yang ada di Depok,” katanya.

Selain konstruksi gedung, audit gedung-gedung tinggi juga bakal mengecek jalur evakuasi guna memastikan keselamatan masyarakat saat gempa bumi terjadi.

Pasalnya jalur evakuasi bukan merupakan kelengkapan gedung yang dapat dianggap remeh sehingga audit gedung-gedung tinggi harus dilakukan menyeluruh.

“Jadi kita memberi perhatian khusus kepada gedung-gedung tinggi di wilayah kita. Termasuk jalur evakuasi, jalur-jalur tentatif yang harus diantisipasi,” ujarnya.

Perihal cara, dia menyebut Pemkot Depok sudah mengantisipasi ancaman gempa bumi terhadap gedung-gedung tinggi sejak pengembang mengajukan izin.

Yakni melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satuan Pintu (DPMPTSP) Kota Depok dan nantinya turut melibatkan Dinas lain.

“Kita sudah antisipasi ancaman gempa bumi dari awal, dari mulai perizinan. Yang terlibat dalam audit gedung-gedung tinggi ini tidak hanya satu Dinas juga, ada beberapa dinas yang terlibat,” tuturnya.
Area lampiran