DepokNews–Di Kota Depok saat ini ada sekitar 420 koperasi yang aktif namun hampir setengahnya atau sekitar 250 dalam kondisi tidak sehat dan tidak melakukan Rapat Akhir Tahunan.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok, Teguh Prajitno pada HUT ke 72 Koperasi di Balaikota Depok pada Kamis (1/8)

Teguh mengatakan, kategori koperasi yang tidak sehat tersebut antara lain aktif namun tidak pernah melapor dan tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Salah satu penyebabnya menurut kami karena ketiadaan SDM dan skala usahanya kecil,” katanya.

Teguh melanjutkan, sebanyak 50 koperasi angkutan di Kota Depok tidak ada satupun yang masuk dalam kondisi sehat bahkan beberapanya bangkrut.

“Ini karena omset angkutan kota turun drastis sampai 75 persen akibat adanya angkutan online,” katanya.

Teguh mengakui, perkembangan teknologi dan semakin sedikitnya minat masyarakat terhadap angkutan kota konvensional, menjadi permasalahan koperasi angkutan tak lagi berdaya.

Akibat persaingan bebas ini agak sulit, apalagi di era teknologi yang sedang menuju 5.0, angkutan tradisional semakin terpinggirkan.

Teguh mengatakan, salah satu solusi jangka pendeknya adalah mengubah sektor bisnis yang dilakukan oleh koperasi angkutan ini.

“Ya beralih ke warung kopi misalnya, supaya dapat bertahan,” katanya.

Sementara untuk Koperasi yang tutup pada tahun 2019 ini tidak ada yang terakhir pada tahun 2016 lalu dengan jumlah 282 koperasi.

Ditempat yang sama, Walikota Depok Mohammad Idris mengakui banyaknya koperasi di Kota Depok yang sehat namun tidak segar.

“Sehat belum tentu segar. Ada yang sehat kurang segar ini akan kita segarkan,”katanya.

Dia menambahkan secara pribadi maupun Pemerintahan sangat appresiasi kepada para pelaku usaha, pengurus dan yang peduli usaha usaha yang dilakukan oleh rekan koperasi atas terselenggaranya acara ini.

Menurut informasi ada koperasi omzetnya Rp 26 milyar per tahun dan ada juga yang mencapai 16 milyar per tahun.

“Apabila kita meyakini dan optimis mempunyai tekad yang kuat untuk memajukan dan menghidupkan koperasi, banyak sekali keberkahan keberkahan yang tidak kita duga sama sekali”katanya.

Ada 3 hal kalau berbicara untuk memperjuangkan koperasi, yakni Kooperatif dalam kehidupan bermasyarakat, kemudian Gotong Royong dan Mandiri.

“Alhamdulillah dari tahun ketahun atas fasilitas dari usaha Dekopinda dan dinas terkait (DKUM) , sudah mengimplementasikan distributor untuk wilayah timur dan barat ,untuk D’co mart yang dikelola koperasi”katanya.

Manfaat dan effektivitasnya luar biasa, untuk membina dan pendampingan bagi calon koperasi baru maupun yang sudah berlangsung.

“Satu hal perlu untuk diketahui akan adanya tambahan gerai UMKM baru dilokasi alun alun Kota Depok pada tahun 2019 ini ”katanya.