DepokNews- Penolakan aktifitas LGBT dilakukan ratusan jemaah majelis taklim yang ada di Depok. Mereka pun mendukung rencana Pemerintah Kota Depok yang akan melakukan razia terhadap aktivitas perilaku tersebut.

Ketua Fahmi Tamami Kota Depok, KH. Abu Bakar Madris mengatakan, warga Depok menentang adanya aktivitas LGBT. Hal itu tidam sejalan dengan visi Kota Depok sebagai kota yang religius.

“Kami mengedepankan konsep keagamaan, bukan hanya muslim saja tapi seluruh agama juga menolak LGBT,” katanya, Rabu (15/1/2020).

Senada Ketua Majelis Taklim At Taubah, Robi Dongkal yang menyatakan bahwa pihaknya berharap Pemkot Depok terus melaksanakan kebijakan untuk merazia LGBT.

“Kami dukung Walikota Depok untuk hal itu. Kami disini berkumpul menyetujui bahwa kita Depok butuh perda LGBT kami ingin Depok kondusif dan menjadi kota religius,” ujarnya.

Soal kasus Reynhard Sinaga, warga Depok yang divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Robi menegaskan bahwa itu adalah hal yang memalukan bagi Kota Depok. Oleh karena itu untuk mencegah hal serupa makan diperlukan aturan tegas yaitu segera disahkan Perda LGBT. “Semoga segera disahkannya Perda LGBT,” ucapnya.

Selain itu dia meminta agar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mencabut surat penentangan razia LGBT.

“Komnas HAM memberikan surat untuk Wali Kota Depok, sedangkan kami mendukung apa yang disampaikam Wali Kota. Kami akan datangi Komas HAM, untuk mencabut surat yang dilayangkan,” tandasnya.(mia)