DepokNews- Politikus PKS yang juga Anggota DPRD Depok Sri Utami meminta agar Pemkot Depok membuat rambu-rambu zona berbahaya di sungai purba yang membelah Kota Depok.

Hal ini terkait dengan banyaknya korban jiwa, khususnya anak-anak di Sungai Ciliwung. Diinformasikan ada dua anak dilaporkan hanyut saat bermain di Sungai Ciliwung, wilayah RT08/10 Kelurahan Tugu, Cimanggis, bersama rekan-rekannya. Hingga, malam hari, baru M. Edi S (12) yang ditemukan. Sementara, M. Rafi (14) masih dalam pencarian petugas.

“Beberapa hari lalu ada getek (rakit bambu) terbalik dan hari ini dua anak yang sedang berenang dengan ban dalam bekas terbawa arus. Satu ditemukan meninggal dan satu lagi masih dicari. Kejadian ini sudah berulang kali terjadi di Ciliwung, saya sangat prihatin,” kata Sri Utami, Minggu (30/6/2019).

Memang, sambung dia, saat musim kemarau, cuaca yang panas dan bertepatan dengan libur sekolah, Sungai Ciliwung menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk dijadikan wahana rekreasi air gratis. Namun, mereka tidak mengetahui jika bermain di alam memiliki potensi berbahaya.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemkot Depok, bisa saja memasang rambu-rambu, minimal spanduk di tempat-tempat yang dalam, palung sungai ataupun zona arus putar,” tuturnya.

Kemudian, wakil rakyat dari Cimanggis ini meminta agar tidak hanya orangtua yang proaktif mengawasi buah hatinya. Tetapi, kepada warga sekitar untuk mengingatkan anak-anak yang tengah bermain di zona berbahaya agar menghindar, atau bahkan naik ke bantaran dan tidak kembali ke sana. Sehingga, insiden yang merenggut nyawa tersebut tidak terulang.

Terlepas dari insiden tersebut, Sri Utami mengingatkan, Sungai Ciliwung dapat menjadi daya tarik wisata air jika ditata secara apik. Paling tidak, hal ini bisa menjadi wisata bagi warga Depok sendiri, sekaligus dalam upaya pelestariannya.

Terlebih, Kota Depok telah memiliki Perda Pariwisata Alam yang mengelola potensi wisata situ dan sungai. Sehingga, ia berharap, pihak eksekutif bersama legislatif lebih serius menata Sungai Ciliwung agar menjadi destinasi wisata eksotis dan membanggakan bagi Kota Sejuta Maulid.

“Demikian juga Komunitas-komunitas peduli Ciliwung bisa dilibatkan. Selain itu sekolah juga dapat memberikan pembekalan terkait alam yg memilili potensi bahaya seperti di sungai dan laut,” tutup Sri.(mia)