Ir. Imam Budi Hartono (Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat)

Puasa adalah ibadah yang unik dalam Islam, sangat berbeda dengan ibadah yang terdapat dalam rukun islam lainnya. Sholat misalnya secara kasat mata akan terlihat oleh orang lain dalam melakukannya. Begitu juga zakat dan haji orang akan melihat dan diketahui.

Beda dengan puasa siapa yang bisa menebak seorang muslim berpuasa atau tidak. Inilah yang saya maksud Ramadhan adalah bulan antara dirimu dan tuhan mu. Karena yang mengetahui hanya diri kita masing-masing dengan Allah SWT. Dia memerintahkan dan kita sebagai muslim wajib melaksanakannya. Kesempurnaan puasa bukan sekedar perut yang lapar dan tenggorokan yang kering, tapi semua yang ada di tubuh kita diharapkan berpuasa dari segala yang merusak amal ibadah puasa kita.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR. Ath Thabrani)

Sebuah puisi yang bagus dari Musthofa Bisri yang menyindir puasa kita karena kebanyakan muslim berpuasa hanya untuk menahan lapar dan haus. Dalam puisi yang cukup panjang banyak kalimat yang menyentuh hati. Berjuanglah melawan dirimu sendiri, puasakanlah kaki mu untuk menapak sirot, puasakanlah pikiranmu untuk menyakinin kebenaran… Akankah kita lewatkan lagi Ramadhan kali ini seperti Ramadhan tahun lalu. Ya Allah sampaikan kami semua di Ramadhan tahun ini, sehat kan dan mudahkan kami untuk berpuasa sesuai yang Engkau harapkan. Jadikan lah kami semua orang-orang yang bertaqwa. amin ya robalalamin.

Padalarang, 2 mei 2019
Imam Budi Hartono