DepokNews- Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok Qurtifa Wijaya mengatakan kondisi infrastruktur di Jalan Boulervard Grand Depok City (GDC), sangat tidak memadai untuk dilalui.

Kondisi jalan berlubang tersebut pun telah menelan korban jiwa. Akibat jalan rusak tersebut, Anggraito Andarbeni warga Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat meninggal dunia usai terjatuh di jalan tersebut pada Minggu (8/12). Korban merupakan seorang guru Tahfidz Qur’an di salah satu sekolah.

“Peristiwa ini sangat disayangkan banyak pihak, karena kondisi Jalan yang rusak tersebut sudah berlangsung lama dan seolah dibiarkan oleh pihak GDC yang masih bertanggungjawab terhadap pemeliharaan jalan,” kata Qurtifa, Senin (9/12/2019).

Menurut dia, kondisi jalan GDC itu sangat semerawut infrastrukturnya dan mengakibatkan kemacetan.

Tak hanya itu ia menilai jalan itu sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya para pengguna sepeda motor. Buktinya kata dia, ada korban jiwa dengan kondisi jalan rusak di GDC. Padahal GDC termasuk salah satu kawasan perumahan elit di Kota Depok.

“Dengan adanya kejadian yang sudah berulang ini, Pemkot Depok hendaknya tidak tinggal diam. Pemkot perlu segera memanggil dan memberikan teguran keras kepada pihak Pengembang GDC karena telah lalai menunaikan kewajibannya,” terangnya.

Pemkot hendaknya memerintahkan pihak pengembang GDC untuk secepatnya menyelesaikan perbaikan jalan di seluruh ruas yang masih menjadi tanggungjawabnya. Pengembang GDC jangan hanya giat membangun perumahan tapi membiarkan akses jalannya hancur dan membahayakan pengguna jalan.

Namun jika, pihak GDC tetap abai, Qurtifa menegaskan, harus ada sanksi dan tindakan tegas yang diberikan, bila perlu pihak GDC diperintahkan untuk menghentikan dulu pembangunan perumahan yang sedang berjalan sampai seluruh jalan diperbaiki.

“Agar tidak ada lagi korban saat melalui jalanan rusak tersebut,” tandasnya.(mia)