Pasca himbauan dari Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir untuk menggalang dana bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), per Minggu (7/10) sore terkumpul Rp. 211.382.973.

Belum lama melakukan penggalangan dana dan mengirimkan relawan untuk korban gempa di Lombok, DPD PKS Kota Depok, melalui Program Peduli Bencana, salah satu Program Pusat Khidmat PKS, melakukan aksi penggalangan dana kembali.

Setelah dilakukan penggalangan dana selama beberapa hari, akhirnya per Minggu (7/10) pukul 17.00 WIB, terkumpul Rp.211.382.973 yang merupakan donasi dari 271 donatur, baik dari kader PKS maupun masyarakat di sekitar kantor sekretariat partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

“Saya mewakili pengurus DPD PKS Kota Depok mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap seluruh kader PKS dan simpatisan yang telah respon terhadap seruan untuk Bantu korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulteng,” kata Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir.

Tidak hanya itu, nantinya PKS Depok juga akan memberangkatkan dua orang relawan dari internal PKS, yakni Sartono dan Nanang Kurniawan.

Kedua relawan itu akan naik pesawat dengan rute Jakarta-Mamuju dan transit di Makasar. Setelah di Majumu kemudian menyewa kendaraan untuk membawa logistic, lantaran melanjutkan perjalan darat menuju Palu.

“Selanjutnya ke posko DPW Sulawesi tengah lalu distribusi ke korban, mereka akan didampingi relawan PKS yang sudah bertugas sebelumnya. Jadi pembelian logistik di Mamuju. Berupa genset, bahan bakar, Pompa air, terpal, selimut, bahan makanan, pakaian. Kebutuhan-kebutuhan itu diperoleh dan akan dibeli merupakan hasil koordinasi dg koordinator Pusat Penanggulan Bencana (P2B) Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Bendahara Umum DPD PKS Kota Depok, Adriyana Wira Santana menambahkan, dari berita yang ada, kondisi di Palu Sulteng agak berbeda kondisi di Lombok NTB. Kisah bergesernya tanah dan bangunan ratusan meter hingga kilo meter, tenggelamnya rumah-rumah berikut isinya ditelan bumi, rusaknya jalanan hingga bergelombang setinggi rumah atau lebih, suasana mencekam di berbagai kampung yang puluhan atau ratusan penduduknya hilang entah kemana, dan lainnya.

“Kami memberi sekilas gambaran kondisi di Palu Donggala saat ini. Untuk itu relawan yang mau berangkat ke sana harus mempersiapkan diri dengan sebaik. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin. Baik terkait perjalanan, lokasi posko P2B Sulteng, contact person, data awal prioritas kebutuhan di sana, dan lainnya. Rencanannya relawan akan
berangkat 8 Oktober menggunakan Batik Air dari Bandara Soeta,” ucap Adriyana.