Puluhan Atlet Tinju Nasional Perebutkan Sabuk Emas  Divisi Infanteri Kostrad

Posted on 707 views

DepokNews – Divisi Infanteri Kostrad menggelar kejuaran tinju nasional yang memperebutkan sabuk emas Panglima Divisi Kostrad yang akan dilaksanakan di Living World Mall Alam Sutra, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1).

Ditemui di GOR Citra Cilodong, Kolonel Infantri Agus Bakti mengatakan pelaksanaan turnamen tinju nasional yang memperebutkan Sabuk Emas Panglima Divisi Kostrad merupakan salah satu ihtiar dari TNI untuk melahirkan atlet mudah yang berpotensi.

“Ini adalah bagian dari usaha kita semua untuk mencari altlet yang hendal yang mampu melahirkan atlet tinju yang mampu membawa nama baik bangsa,” jelas Agus, di Gor Citra, Kostrad Cilodong, Depok. Jumat (12/1).

Sementara itu, Panglima Divisi 1 Kostrad Mayjen TNI, Ainurrahman dihadapan awak media memaparkan turnamen tinju yang dilaksanakan  bertujuan untuk mencari bibit atlet olahraga tinju yang bersumber dari prajurit TNI dan prajurit Kostrad. “Selain mencari bibit kejuaran ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat juang bagi para petinju Indonesia sekaligus sebagai ikon tumbuh kembang tinju nasional,”ujarnya.

Selain itu atlet petinju Indonesia yang  harus sering mengikuti penyelenggaraan pertandingan. Sebab dengan adanya hal ini akan mampu menambah kuantitas dan kualitas atlet untuk masuk ke kancah Internasional. “Jika para atlet terus dilatih untuk tinju langsung diatas ring. Itu akan melahirkan kemampuan dan semangat mereka menjadi petinju yang profesional,” tuturnya.

Berikut nama – nama atlet yang akan mengikuti kejuaran dan telah melaksanakan timbangan berat Badan dan terdiri dari dua kelas yaitu amatir terdiri dari kelas Bantam 54 Kg, Kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas Layang 49 Kg, sedangkan untuk kelas profesional yaitu  Mandatory Fight 2018 Versi ATI kelas Bantam 53.5 Kg, Kejuaraan Tinju memperebutkan Sabuk Emas Pangdivif 1 Kostrad kelas Welter Yunior 63.5 Kg, Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) pusat kelas Bulu 57.1 Kg dan Kejuaraan Tinju Profesional Non Title versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) pusat kelas bantam junior 52.2 kg.