DepokNews–Pada tahun 2019 ini, kembali Paspampres Indonesia mengirimkan anggota terbaiknya sebanyak 27 orang ke Korea Selatan untuk menerima pelatihan pengamanan VVIP dengan PSS ROK (Presidential Security Service Republic Of Korea).

Ada yang berbeda pada pelatihan ke-7 kali ini dimana dilaksanakan selama bulan Ramadan yang memaksa para anggota Paspampres harus menahan haus dan lapar sambil melaksanakan latihan intensif selama 2 minggu di camp pelatihan PSS Training Centre.

Komandan Kontingen Letkol Kav Ricky Arinuryadi yang sehari-hari menjabat sebagai Pabandya Renops Paspampres mengatakan, latihan di Korea Selatan merupakan latihan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh anggota Paspampres yang terpilih dan terseleksi. Waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan puasa tidak dianggap sebagai kendala. 

Komandan Kontingen pun ikut serta dalam latihan untuk menambah moril dan semangat anggota Paspampres yang berlatih di bawah suhu yang cukup bersahabat yaitu sekitar 25°C – 30°C. Karena pada tanggal 12 s.d 25 Mei, Korea Selatan sedang berada pada musim Semi.

Latihan yang bertajuk The International Protection and Security Training Course for the Indonesian Presidential Security Forces hampir seluruhnya menggunakan bahasa Korea sehingga dalam pelaksanaan pelatihan dibantu oleh Interpreter yang dijabat oleh Mayor Kav Ronald Tampubolon yang sehari-hari berdinas di Mabesad.

Pelatihan kali ini meliputi pelatihan dasar sebagai Pengamanan Pribadi (Pampri) maupun sebagai Advance Team seperti keterampilan menembak dasar dan reaksi, bela diri, physical fitness, latihan reaksi tentang situasi darurat, mengamankan dan melindungi VVIP serta evakuasi kontijensi termasuk tindakan pertolongan darurat yang semuanya didahului dengan pelajaran Teori di kelas.

Para profesor dan instruktur dari PSS ROK memberikan berbagai macam teori tentang keamanan dan pelatihan praktis yang langsung dapat dipraktekkan di lapangan saat berdinas. Dinamika latihan juga lebih terlihat, karena didukung oleh fasilitas, sarana dan prasarana latihan yang modern dan lengkap.

Selain berlatih, anggota Paspampres Indonesia juga berkesempatan mengunjungi objek wisata di Kota Seoul untuk mempelajari budaya Korea seperti pengalaman menggunakan Baju Hanbok (baju tradisional Korea), mengunjungi Museum Perang Korea, Istana Gyeongbokgung dan berbelanja di Pasar Dongdaemun yang pada tahun 2018 pernah didatangi Bapak Presiden Jokowi saat melaksanakan kunjungan kenegaraan.

Kontingen Paspampres Indonesia juga berkesempatan bertatap Muka dengan Dubes RI untuk Korea Selatan , Bapak Umar Hadi pada saat acara Buka Puasa bersama di Kedubes RI dan tak lupa pula sebelum penutupan pelatihan, anggota Paspampres Indonesia bersama Observer dari Mabes TNI diberi kesempatan mengunjungi Blue House (Istana Presiden Korea Selatan)

Begitu banyak kesan yang dirasakan selama 2 minggu berada di Korea Selatan dimana Paspampres Indonesia diperlakukan sebagai tamu Negara yang terhormat di Korea Selatan mulai dari kedatangan sampai kembali ke Tanah Air. Keramahtamahan dalam pembukaan, pelaksanaan sampai penutupan latihan sangat mencerminkan hubungan luar Negeri yang sangat baik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Semoga latihan yang didapatkan di Korea Selatan dapat memberikan bekal dan membantu dalam pelaksanaan tugas pokok Paspampres yaitu pengamanan pejabat VVIP maupun dalam kerjasama pengamanan tamu Negara baik di Korea Selatan dan di Indonesia.