DepokNews- Ketua Relawan Sohib Pradi Kota Depok, H Purnomo mengatakan, sebagai kota penyanggah ibu kota DKI Jakarta, Kota Depok dinilai masih kalah dari kota tetangga.

Makanya, 10 program yang ditawarkan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia, dinilai mampu membangunkan kota ini dari ‘tidurnya’.

“Sebagai kota penyanggah DKI, Depok harus lebih baik dari sekarang di berbagai sektor, dari mulai infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, UMKM dan lain-lain. Hingga pembangunan lingkungan di tingkat RT dan RW,” katanya, Senin (9/11).

Purnomo menyampaikan, program yang ditawarkan Pradi-Afifah, selain membangun jalan dan sekolah, juga sangat mengakar dan langsung ke masyarakat. Seperti program berobat gratis dan pembangunan berbasis RW sebesar Rp500 juta.

“Berobat gratis dengan KTP sudah berjalan di Bekasi dan Tangsel, Depok pun nanti bisa,” kata Purnomo.

Terkait pembangunan RW dengan anggaran Rp500 juta, menurut Purnomo, ini akan membuat RW mandiri dan mampu menggerakan UMKM di lingkungan RW. Termasuk kegiatan karang taruna.

“Jadi nanti RW tidak hanya melakukan kegiatan rutin, tapi juga mampu mengembangkan UMKM yang ada di lingkungannya,” kata Purnomo.

Lalu di bidang pendidikan, kata dia, ada pembangunan madrasah. Ini menjadi program idaman ibu-ibu. Hal itu lantaran memang menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat. Belum lagi ada anggaran RW yang nantinya juga bisa dimanfaatkan buat kegiatan ibu-ibu.

Kegiatan posyandu, PKK, majelis taklim itu nanti bisa juga didukung dari anggaran RW. Tinggal nanti RW yang mengajukan programnya. Tentu dengan skala prioritas. Pokoknya ditangan Pradi-Afifah, Insya Allah Depok akan maju,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah mengatakan, Pradi Supriatna atau yang akrab disapa Bang Pradi, figurnya dekat dengan semua lapisan. Termasuk dengan majelis taklim.

“Bang Pradi ini tak segan-segan hadir di majelis taklim ibu-ibu jika diundang. Jadi nanti kalau Bang Pradi jadi wali kota, ibu-ibu jangan khawatir undang beliau, insya Allah beliau datang,” ungkapnya.

Hamzah meyakini, masyarakat memilih Pradi karena figurnya yang merakyat. Tidak menggunakan pengawalan berlebihan ketika menyapa masyarakat.

“Karena tujuannya memang bertemu langsung dengan masyarakat, tidak heboh dengan pengawalan kanan kiri,” tutupnya.(Mia)