DepokNews–Hujan deras yang menerjang pada Ahad pagi 02 02 2020 di Lebak bulus tidak menyurutkan niat para pendukung Kerajaan Kesotoan Nusantara untuk melakukan deklarasi. Para pendukung rakyat kesotoan berbondong-bondong datang dengan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Di halaman sebuah bangunan besar bercat dominan kuning dengan luas lebih dari 2000 meter tertulis Soto Seger Boyolali HJ Amanah menjadi tempat untuk deklarasi kerajaan.

Semula deklarasi dijadwalkan jam 8, mundur jam 9 pagi hingga cuaca menjadi cerah kembali. Rangkaian acara dimulai dari tarian khas daerah Nusantara lalu dilanjutkan dengan wejangan dari Pembina Kerajaan Kesotoan Nusantara Agung Prasetyo Utomo.

Acara puncak berupa deklarasi disampaikan langsung sang Wali, Ubaidilah dengan menggunakan pakaian Raja di apit dua kuda gagah, ubay menyampaikan pidato dengan berapi-api memberi semangat kepada para pendukungnya. Pria berkacata yang diketahui sebagai orang asli Depok ini mampu menghipnotis para pendukungnya.

Dalam pidatonya ubay mengatakan “saat ini Nusantara telah dijajah brand-brand kuliner asing yang mana keuntungannya dibawa ke negara mereka masing-masing, sudah saatnya kita bangga dan menggunakan produk kuliner lokal khususnya soto sebagai makanan wajib kita, agar keuntungannya bisa digunakanan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Kesotoan”

Ubay melanjutkan “Di Nusantara terdapat lebih dari 70 vairan soto yang tersebar diseluruh pelosok negeri. Akan sangat menguntungkan jika semua soto tumbuh dan berkembang menjadi kebanggan masyarakat. Dulu belanda menjajah kita karena rempah, kini saatnya kita jajah dunia dengan kuliner kita yang kaya akan rempah bercita rasa tinggi”.

“Selain untuk meningkatkan kesejahtraan, berdirinya Kerajaan Kesotoan Nusantara juga untuk mempererat persatuan antar sesama anak negeri karena bersoto kita teguh bercerai kita runtuh”

Setelah melakukan deklarasi, pasukan Kerajaan Kesotoan Nuantara melakukan kirab dengan berkeliling ke daerah Lebak Bulus. Acara diakhir dengan doa dan santuan anak anak yatim, dia berharap Kerajaan Kesotoan Nusantara mampu memberi manfaat seluas-luasnya bagi rakyat Kesotoan.

Setelah acara selesai, hujan kembali mengguyung lebak bulus. Namun bukannya surut pendukung kerajaan soto bukannya malah makin sepi tapi justru makin ramai berbondong-bondong