Depoknews — Waktu pemilu 17 April 2019 semakin dekat. Kader – kader PKS di tingkat nasional hingga ranting makin intensif menyapa dan melayani masyarakat, termasuk pada hari ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok menggelar kampanye kreatif flash mob dan apel siaga di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Minggu (27/1/19).

Flash mob dan apel siaga kali ini begitu spesial, selain karena diikuti oleh lebih dari 1000 kader dan simpatisan, juga karena dihadiri Presiden PKS Muhammad Shohibul Iman. Cuaca yang mendung tidak menyurutkan sosok bersahaja ini untuk turun langsung bersama ratusan kader PKS Kota Depok untuk menyapa masyarakat.

Sudah kedua kalinya Presiden PKS itu turun kebawah secara langsung bersama para kader PKS di tingkat ranting dan kecamatan. Hal ini dilakukan dalam rangka menyemangati kader untuk turun bekerja melayani masyarakat.

Dalam kesempatan ini Sohibul Iman menekankan bahwa kegiatan flashmob merupakan cara mengenalkan partai dan program partai kepada masyarakat seperti hapus pajak STNK dan UU Perlindungan ulama, serta membuat PKS makin dekat dengan masyarakat.

“Ini adalah cara kit mengenalkan PKS kepada masyarakat. Insya Allah PKS dalam pemilu 2019 ini punya program program yang dijanjikan kalau kami menang pileg ini diantara kami akan perjuangkan hapus pajak STNK,pemberlakuan SIM seumur hidup, dan memperjuangkan UU Perlindungan Ulama, tokoh agama, dan simbol agama agama yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Turun langsungnya Presiden PKS merupakan bentuk the next level democracy yang dimainkan PKS. Hal ini disebut oleh pakar psikologi dan kebijakan publik, Irfan Aulia.

“Karena isu yang saat ini sedang marak di wilayah psikologi dan kebijakan publik adalah tentang pembangunan citizenship, yang menekankan social trust antara institusi politik, pemimpin politik dan Rakyat biasa. Turunnya pemimpin partai (Mohamad Sohibul Iman, red) turun ke Jalan ini adalah inisiatif yang baik dan ini berarti sedang terjadi permainan politik next level democracy, yang membuka keran partisipasi publik semakin besar” ujar Irfan di Jakarta (27/1/2019) .